Wisata Sembalun Ditutup Total Sementara

Lombok Timur NTB- Guna mencegah penyebaran Covid-19 di saat tempat wisata pada tradisi lebaran ketupat, Forkopimcam Sembalun gencar melakukan sosialiasi terkait edaran bupati kabupaten Lombok Timur untuk menutup total sementara waktu sejumlah tempat wisata di kecamatan sembalun, Selasa (18/5).

Kapolsek sembalun AKP Lalu Panca Warsa mengatakan penutupan sejumlah tempat wisata di kecamatan sebalun di lakukan sesuai surat edaran bupati terkait untuk menutup seluruh tempat wisata selama empat hari kedepan mulai tanggal 20 hingga 23 mei 2021.
“Ini kita lakukan untuk menekan penyebaran covid 19 di kecamatan sembalun dan untuk mempertahankan lombok timur sebagai zona kuning,”ungkapnya.

Penutupan Destinasi Wisata yang ada di Sembalun, dilaksanakan dengan pengawasan yang cukup ketat. Sejumlah personel gabungan akan dikerahkan untuk berjaga, setiap ada pengunjung yang datang, personel akan mengimbau mereka untuk kembali pulang.
“ kita harapkan Jangan sampai lombok timur menjadi zona merah akibat membludaknya wisatawan ke sembalun,”ujarnya

Penjagaan ketat akan dilakukan di setiap pintu masuk kecamatan sembalun. Setiap kendaraan yang melintas di titik perbatasan antar kecamatan / Kabupaten itu diperiksa ketat petugas. Mulai Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, menjadi dasar penindakan di lapangan.

” Jika kita temukan Pengedara yang tujuannya Wisata, kita akan arahkan untuk balik arah, apalagi yang tidak taat prokes, tidak kita akan masuk kewisata sembalun,” tegasnya.

Lebih lanjut Kapolsek Sembalun menyampaikan penutupan menuju areal wisata Sembalun sebagai intervensi dari program Kampung Sehat2 NTB gagasan Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K., M.H sebagai langkah jitu menurunkan kurva penyebaran Covid-19 diwilayah NTB, imbuhnya.

Petugas juga menghimbau masyarakat supaya tidak melakukan wisata saat lebaran ketupat demi kesehatan bersama mencegah penyebaran covid 19.
“Kami Himbau kepada masyarakat mari kita bersama-sama mencegah penyebaran covid 19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan melakukan tradisi lebaran topat di rumah masing-masing,”tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polresta Mataram Siapkan 400 Personel Pengamanan Lebaran Topat

Sel Mei 18 , 2021
getnews.id, MATARAM-Perayaan Lebaran Topat yang menjadi rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah memang sudah menjadi budaya masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi budaya yang dilaksanakan sepekan setelah perayaan Lebaran Idul Fitri itu kini menjadi fokus Polresta Mataram dalam mencegah penyebaran COVID-19. Terkait hal tersebut, Kabagops […]