Moderasi Beragama Modal Keutuhan Menolak Paham Radikal


getnews.id, Sumbawa Besar,- Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Kantor Wilayah Kementrian Agama Wilayah Kabupaten Sumbawa, berlansung di aula, Jalan Durian, Kelurahsn Uma Sima, Sumbawa, dengan tema Moderasi Beragama Modal Keutuhan Tau Samawa Menolak Faham Radikal, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Sumbawa Drs H Syamsul Ilyas, M.Si, Kamis, 06 Mei 2021.

Syamsul Ilyas menyebutkan kondisi di Sumbawa sampai saat ini termasuk kondusif. Selama bulan puasa tahun ini tidak ditemukan laporan gesekan yang diletarbelakangi oleh permasalahan agama. Hal ini menjadi indikasi bahwa masyarakat Sumbawa menjunjung tinggi toleransi.

Materi disampaikan secara bergiliran oleh Ketua MUI Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat S.Ag, Kabid Ketahanan dan Sosbud Kesbangpoldagri Drs Taufiq Abd. Syukur, Dandim 1607/Sumbawa diwakili Pa Sandi Kodim 1607/Sumbawa Letda Inf Sanudin, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupateb Sumbawa H. Sulman Hafifi.

” Kalau kita gali begitu banyak budaya Sumbawa yang berdasarkan hukum Islam itu mulai dari sejak dalam kandungan yaitu acara biso tian,” kata Syukri Rahmat.

Kesultanan Sumbawa berdiri sebelum NKRI resmi berdiri, sejak zaman itu masyarakat Sumbawa sudah terkenal dengan tradisinya yang diambil dari Kitabullah ( al-Qur’an). Sehingga jika masuk banyak budaya dari luar, jika berpegang pada tradisi Tau Samawa tidak akan terpapar ajaran radikalisme dan intoleransi.

Ketua Forum Ponpes Sumbawa, Sulman Hafifi, memgatakan, bahwa pondok Pesantren bisa menjadi aset pertahanan nasional karena selalu bersikap moderat.

Sulman Hafifi, menerangkan kurikulum pesantren yang diangkat dari nilai luhur Islam. Dengan banyaknya pejuang kemerdekaan dari santri, menjelaskan bahwa ajaran pondok mendorong santri mencintai agama dan negarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Personel Pos Lakmars Ajarkan Kerajinan Kursi Meja Bambu

Sab Mei 8 , 2021
GETNEWS.ID, Belu NTT – Salah satu upaya untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat, Danpos Lakmars Serka Nictesen Adi Putra Duru bersama anggota mengajarkan kerajian pembuatan kursi dan meja dari bambu kepada masyarakat Desa Nualain Kecamatan Lamaknen Selatan Kabupaten Belu, Sabtu (8/5/2021). Serka Nictesen sapaan Danpos mengajarkan kerajinan bambu tersebut di Gereja Santo […]