Residivis Pencurian 14 Kali Dibekuk Tim Puma Polres Lobar

Lombok Barat – Kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di BTN LA Resort Block C 06 No. 1 Desa Telagawaru Kec. Labuapi Kab. Lobar, Rabu (30/10/2019) berhasil diungkap Jajaran Sat Reskrim Polres Lombok Barat.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhafid Shiddiq, SIK berhasil bekuk dua orang Pelaku, yang ditangkap secara terpisah diantaranya berinisial ZA, laki-laki 25 tahun, yang kini sudah menjalani hukuman di Lembaga permasyarakatan Mataram.

Sedangkan rekan pelaku lainnya inisial AL, laki-laki 51 tahun, spesialis pembobol rumah dan residivis ini berhasil di bekuk oleh TIM Puma Polres Lombok Barat, Rabu, (10/6).

Kasat reskrim menjelaskan awal mula kejadiannya yaitu, Korban yang berdomisili di BTN LA Resort Labuapi ini melaporkan peristiwa pencurian yang dialaminya.

Adapun pada saat kejadian, korban tertidur dan keesokan harinya baru menyadari kalau rumahnya telah dibobol maling diantaranya dua buah HP, dan uang tunai Rp 800 ribu, sehingga koban mengalami kerugian sebesar Rp 8,8 juta.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, diperoleh informasi terkait keberadaan Barang Bukti berada di Wilayah Mataram.

Selanjutnya Hp yang hilang tersebut dikuasai oleh seseorang, dan diketahui bahwa HP tersebut diperolehnya dari ZA, seharga Rp 600 ribu, sehingga atas informasi tersebut, Tim Puma Polres Lobar langsung melakukan penagkapan terhadap ZA, dan dari pengakuannya pencurian tersebut dilakukan bersama dengan AL.

Tim Puma memburu keberadaan AL, dan dari hasil penyelidikan bahwa AL berada di salah satu dusun Desa Karang Bongkot, Labuapi.

ZA akhirnya berhasil diamankan di Lokasi ini, tanpa ada perlawanan, dan setelah melakukan penagkapan, AL dan ZA memngakui telah melakukan pencurian bersama diwilayah Labuapi dan sudah pernah di hukum (vonis) sebanyak 14 kali.

Selanjutnya para tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Lombok Barat.
Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan anatara lain satu unit HP Xiaomi real me C1, dan sejumlah pecahan mata uang asing, satu unit TV Merk Samsung.

ZA saat ini sudah menjalani vonis hukuman, sedangkan AL dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3, ke 4, dan ke 5 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolda NTB Perintahkan Personel Dekat dengan Masyarakat

Jum Jun 12 , 2020
Lombok Tengah – PRAYA—Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal melaksanakan kujungan kerja ke Polres Lombok Tengah (Loteng), kemarin Kamis (11/06). Dalam kujungan Kapolda yang didampingi Ketua Bayangkari dan pejabat utama Polda NTB itu disambut oleh Kapolres Loteng beserta semua anggota Polres serta anggota dari Satuan Brimob.Kapolda NTB, Irjen Pol M […]