Politisi Gerindra pesimis Program Dinsos mampu tingkatkan ekonomi Eks Napi

GETNEWS.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur M. Badran Achsyid, Merasa pesimis bantuan sapi yang di gelontorkan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur dapat meningkatkan perekonomian masyarakat mantan Narapidana (Eks Napi), terlebih dalam rangka menurunkan angka kemiskinan, maupun menciptakan lapangan pekerjaan.

Menurut Badran, sebelum program diluncurkan kemasyarakat, semestinya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam hal ini Dinas Sosial selaku pembantu pemerintah, terlebih dahulu harus dapat memastikan apa yang menjadi Live Skil dari masyarakat penerima bantuan itu sendiri.

“Saya merasa tidak semua Eks Napi yang menerima bantuan dari Dinsos ini memiliki skil dalam berternak sapi. pasti ada dari mereka yang memiliki live skil dalam bidang usaha lain, seperti dagang perbengkelan dan usaha lainnya” ucap Politisi Partai Gerindra ini kepada media AN diruang kerjanya, Kamis (5/12).

Masih kata Badran, Kalau kemudian semua bantuan pemerintah itu di gelondongkan begitu saja dalam bentuk bantuan ternak spai, setelah di terima terus penerima manfaat ini tidak memiliki keahlian dalam berternak, apa ia mereka bisa mengembangkan diri. “saya rasa mustahil. Oleh karena itu mestinya pemerintah dalam membuat program harus berdasarkan kebutuhan dan live skil masyarakat” tegasnya.

Mengingat bantuan sapi bagi masyarakat Eks Napi ini sudah kadung berjalan di tahun 2019 ini. Kedepan DPRD akan lebih cermat lagi dalam menyetujui anggaran program pemerintah yang diperuntukan untuk masyarakat dalam bentuk bantuan.

“Program hari ini akan menjadi evaluasi pada program-program berikutnya dan mereka harus mau belajar dari sekarang, Badran, juga menyebutkan anggaran pengadaan sapi bagi eks napi tersebut dibahas oleh anggota DPRD sebelumnya” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

FPPPI temukan puluhan ton bawang putih Sembalun untuk Sumatera Utara di oplos

Kam Des 5 , 2019
GETNEWS.ID – Koordinator Forum Pemuda Peduli Petani Indonesia (FPPPI) M. Fadly mengindikasikan adanya temuan sekitar 30 ton benih bawang putih yang busuk (rusak) dari 170 ton benih bawang putih Sembalun Lombok Timur NTB, pada program Pengadaan bawang putih tahun 2019 di Provinsi Sumatera Utara. Ia menduga jika permainan dilakukan oleh […]