Pengantin wanita yang ternyata laki-laki di tetapkan menjadi tersangka

Lombok Barat – Sup alias MIT ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lombok Barat dalam pernikahan sesat jenis karena diduga telah menipu MH laki-laki asal Kediri yang menikahinya dengan sembunyikan identitas aslinya sebagai lelaki.

“Hasil gelar kemarin sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Dalam perkara ini untuk MIT diduga melakukan perbuatan pidana penipuan  pasal 378 KUHP,” jelas Kapolres Lobar melalui Kasubag Humas Polres Lobar, Iptu Ketut Sandiasa kepada Suara NTB kemarin.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq mengungkapkan, bahwa pelaku MIT meminjam KTP orang lain yang bernama Mita dan menganti foto dengan miliknya. Sehingga bisa meyakinkan MH jika KTP itu miliknya.

“Sehingga pada waktu pernikahan itu dia memaki identitas palsu, bahkan pengakuan MIT yang ada di dalam KTP dan KK merupakan kawannya” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Lobar menambahkan Pada tahun 2019 MITA mau menikah, berteman dengan MIT alias SUP sehingga melakukan pengurusan meminjamkan KK seorang yang ada di Pajarakan untuk memasukan nama MITA asli akan tetapi pernikahan gagal.

“Namun dokumen MITA masih ada di tersangka MIT alias SUP sehingga digunakan oleh MIT seolah-olah mereka MITA asli lingkungan Pajarakan Ampenan Kota Mataram,” Jelas Dhafid di polres lobar tgl 12/6/2020.

Sementara itu polisi langsung telusuri Lingkungan Pejarakan Ampenan kota Mataram dan sudah memastikan KTP, beberapa saksi dimintai keterangan.

Tak hanya itu, pernikahan yang terjadi di Desa Gelogor kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat membuat mssyarakat heboh karena telah bergulir di ranah hukum. Bahkan MIT bisa dikenakan pasal berlapis atas penipuan dan dugaan palsukan Identitas.

Muh mempelai pria merasa tertipu lantaran orang yang dinikahi adalah seorang laki-laki sehingga melaporkan ke polisi, Korban dan pelaku sama-sama memberi pengakuan terkait kasus pernikahannya.

Kades Gelogor Arman pun bahwa kejadian tersebut jadi pelajaran untuk semua pihak, tidak saja dua wilayah yang terdampak akibat kejadian ini bahkan masyarakat Gelogor dan pihak desa merasa terpukul.

“Ini menjadi pembelajaran yang besar buat kita, supaya lebih teliti lagi, sah-sah saja pelaku membuat statmen beda sebagai upaya pembenaran, tapi  ini tentu akan dibuktikan di pengadilan,” Tutup Arman Kades Gelogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tak layak huni, TNI Polri bedah rumah seorang Nenek di Lombok Barat

Jum Jun 12 , 2020
Lombok Barat – Sejumlah anggota TNI dan Polri membongkar rumah milik seorang nenek bernama Inaq Sihin yang berumur sekitar 75 tahun, Kamis (11/6). Selama ini Rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut ditempati seorang diri oleh Inaq Sihin, Saat dikonfirmasi, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K., membenarkan pembongkaran […]