Pemprov NTB dan PT. Sadana lirik potensi Lamtoro untuk industri pakan ternak

GETNEWS.ID – Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, menerima audiensi perwakilan PT. Sadana Arif Nusa dan Esa Samudra dalam rangka paparan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Lamtoro pada Senin (11/11).

Presentasi yang disampaikan PT. Sadana Arif Nusa, diwakili Mustari tentang pengembangan lamtoro (jenis tumbuhan yang hidup di lahan kering) di kawasan Sambalia, Lombok Timur disambut positif Gubernur. Pemanfaatan hasil hutan lamtoro yang memiliki potensi sebagai pakan ternak, harus dikembangkan menjadi industri pakan ternak untuk mendukung program pengembangan ternak di NTB.

Menurutnya potensi besar ini segera disosialisasikan kepada masyarakat. Agar masyarakat mulai tertarik untuk pengembangan lamtoro secara massal di NTB. Hal ini sangat strategis untuk mendukung program industri pakan ternak di NTB.

“Lamtoro ini kan hidup di lahan kering, jadi jangan ditanam di lahan flat, katena lahan flat itu komoditas lain,” pintanya.

Sementa itu, Wagub juga meminta Sadana dan tim untuk membuat analisis perbandingan potensi nilai ekonomis lamtoro dengan komoditas lainnya. Itu akan menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat sehingga gampang paham dan tertarik untuk menanamnya.

Wagub menilai, pengembangan lamtoro di kawasan Sambalia sangat strategis. Selain potensi pakan ternak, juga sebagai upaya pencegahan terhadap bencana alam yang kerap terjadi di daerah tersebut.

Ia juga meminta PT. Sadana membuat desain agar dari hulu hingga hilirnya masyarakat terjamin, untuk pengolahan dan pemasarannya. “Jangan nanti masyarakat sudah semangat menanam lamtoro, tapi tidak ada yang olah dan beli,” ujarnya.

Perwakilan dari PT Sadana, Mustari menjelaskan, pengembangan lamtoro di Sambalia pada lahan seluas 400 hektar, dengan pola kemitraan dengan masyarakat. Menurutnya potensi lamtoro yang cukup strategis, selain sebagai konservasi dan reboisasi, juga memiliki potensi besar untuk industrialisasi pakan ternak, karena memiliki protein tinggi untuk penggemukan ternak kambing dan sapi di NTB.

Dijelaskan Mustari, pengembangan lamtoro di NTB akan dikonesikan dengan sektor pertanian, peternakan dan pariwisata. Saat ini PT. Sadana sudah mengembangkan lamtoro dengan drip irrigation sistem. Penanaman juga menggunakan biji langsung, tidak menggunakan bibit.

“Kami melakukan penanaman dengan biji langsung, tidak dengan bibit. Karena dengan biji jauh lebih murah biayanya dari pada dengan bibit,” ujar Mustari.

Kepala Dinas Peternakan menilai industrialisasi pakan ternak lamtoro sangat tepat. Jika pengembangannya berjalan baik, maka industri pakan akan terealisasi pada tahun 2020. “Ini sangat tepat industrialisasi lamtoro, menuju kemandirian pakan ternak di NTB,” pungkasnya.

Hms

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Minister awaits results of studies on simplification of bureaucracy

Sel Nov 12 , 2019
GETNEWS.ID –  Administrative and Bureaucratic Reform Minister, Tjahjo Kumolo, is awaiting the results of studies from each ministry and non-ministerial government institutions regarding the simplification of the bureaucracy by trimming echelons 3 and 4 in ministries and state institutions. “Our team has prepared (a concept) and we have explained it […]