MUI : Boleh shalat Idul Fitri tapi dengan syarat

Mataram – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan Shalat Idul Fitri secara bersyarat. Shalat tersebut boleh digelar dengan syarat berada di kawasan terkendali atau bebas Covid-19. Serta diyakini tidak terdapat penularan, seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen.

Seperti diungkapkan oleh Ketua MUI NTB Prof H Syaiful Muslim. Wilayah tersebut tidak ada yang terkena Covid-19 dan tidak ada keluar masuk orang asing. Maka Shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan seperti pada umumnya.

ilustrasi

Suatu kawasan dianggap terkendali dari wabah Covid-19 jika angka penularan virus corona di kawasan tersebut menunjukkan penurunan.

“Bagi umat Islam yang berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali, maka dibolehkan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah dengan berjemaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid).,” ungkapnya.

Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan Salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.

“Walaupun demikian, pelaksanaan Shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.” katanya.

Seperti diketahui, Pemprov NTB dan MUI sudah sejak jauh hari memberikan himbauan untuk meniadakan shakat berjamaah di Masjid dan Musholla. Hal tersebut dilakukan karena penyebaran Virus Corona terus terjadi. Bulan Ramadan yang identik dengan Salar Tarawih di masjid pun beralih ke rumah masing-masing.

Hingga saat ini dari seluruh Kabupaten/Kota di NTB yang masih terus menunjukkan penambahan jumlah kasus positif Covid-19, adalah Kota Mataram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPR RI tantang ITDC adu data tanah lokasi Sirkuit MotoGP

Ming Mei 17 , 2020
Mataram – Polemik lahan Sirkuit MotoGP Mandalika hingga saat ini belum menemukan titik terang. Padahal perhelatan MotoGP Mandalika Lombok sebentar lagi digelar. Hal itu pun membuat prihatin salah satu anggota DPR RI, HM. Syamsu Luthfi yang notabenenya berasal dari Pulau Lombok. Ia mengungkapkan bahwa polemik ini seharusnya dapat segera diselesaikan […]