Mengeluh demam, balita asal Hainan China ini dicurigai terpapar Virus Corona

GETNEWS.ID, Mataram – Seorang balita asal Hainan China, terpaksa harus dirawat intensive diruang isolasi RSUD Provinsi NTB, karena dicurigai terjangkit virus corona setelah sempat berwisata di Senggigi Lombok Barat bersama orang tuanya pada 21 Januari lalu. Pasien berinisial ‘WX’ berusia 1,5 tahun ini dikabarkan terbang dari China bersama orang tuanya pada 16 Januari menuju Malaysia, kemudian masuk ke Indonesia menuju Lombok melalui Bali dengan menggunakan fast boat wisata.

Deteksi virus corona dilakukan setelah yang bersangkutan sempat dirawat di rumah sakit swasta di Lombok, karena mengeluhkan radang tenggorokan dan demam tinggi yang mencapai 38,7 derajat celcius. Sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi NTB, untuk dilakukan assesment karena dicurigai terpapar virus corona.

“Pasien mengeluh demam, batuk pada tanggal 26 Januari 2020. Pasien tidak mau makan menurut orang tuanya karena sakit tenggorokan. Kemudian pada tanggal 27 kemarin dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB,” ujar Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri dalam keterangan persnya pada Selasa (28/1).

Pihak RSUP NTB pun bertindak cepat untuk melakukan observasi terhadap pasien suspect virus corona tersebut. Bahkan tidak hanya pasien, kedua orang tua pasien juga turut mendapatkan penanganan di ruang Corona Crisis Center, guna mengantisipasi sebaran meski tidak dikatakan sebagai positif terjangkit virus mematikan tersebut.

Dokter spesialis anak, Konsultan Bidang Respirologi Anak RSUP NTB, dr. Sang Ayu Indriyani menyampaikan bahwa terhadap yang bersangkutan telah dilakukan observasi lebih lanjut, mulai dari cek cairan hingga pemeriksaan darah. Dari hasil pemeriksaan sementara, didapati diagnosa terhadap pasien mengalami radang paru – paru yang dipastikan disebabkan oleh bakteri bukan virus.

“Selain kita kasi nutrisi dengan pemeriksaan cairan, kita juga lakukan pemeriksaan darah dan pemeriksaan konsultoral foto dada. Dari foto dada kita temukan radang paru tapi ringan, dan pemeriksaan laboratorium sampai saat ini semua marker atau penanda infeksi dari darah tidak mengarah ke arah corona tetapi kearah bakteri,” ungkapnya.

Meski diagnosa penyakit tidak mengarah pada infeksi corona, pasien tetap menjalani prosedur perawatan laboratorium radiologi selama 14 hari kedepan, hingga hasil observasi corona terhadap pasien mendapatkan jawaban dari Kementerian Kesehatan. Karenanya Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan meminta agar masyarakat tidak resah dan tetap melakukan proteksi dini dan pencegahan, dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker saat melakukan aktivits sehari – hari.

aNd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Infografik : Indonesia waspada Virus Corona

Sel Jan 28 , 2020
GETNEWS.ID – Virus corona dari China telah menyebar ke beberapa negara di Asia hingga Eropa. Ribuan orang dilaporkan terinfeksi dan lebih dari 100 orang meninggal dunia karena virus 2019-nCoV ini. Bagaimana pemerintah Indonesia mewaspadainya? source : Antara