Masyarakat sambut Eva Lida, Tim Covid-19 Lotim merasa kecolongan

Lombok Timur – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur M.Juaini Taofik, sebutkan Masyarakat Lombok Timur yang ada di bawah (Desa) diakuinya belum sepenuhnya khawatir terhadap ancaman Covid 19 seperti yang terjadi saat ini, hal tersebut terbukti pada saat masyarakat menyambut kepulangan Eva Yolanda Peserta Lida Dangdut Indonesia asal Desa Lando Lombok Timur yang jauh dari perilaku aman saat berkumpul, melanggar sosial distance dan sebagian besar tidak memakai masker.

“Ini menjadi tantangan buat Kami (Tim Covid-19) Lombok Timur dan mohon dukungan Media utuk kita lebih bekerja keras lagi memaksimalkan kesadaran masyarakat kita,” ucapnya.

Selain itu kami dari Tim, seraya berdo,a semoga semua warga kita yang turut menyambut Eva Yolanda kemarin baik-baik saja dan senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, lanjutnya sembari ia menyesalkan kejadian tersebut.

“Kita sesalkan kejadian ini, nasi sudah menjadi bubur,” katanya menjawab pertanyaan wartawan melalui Forum Media Melawan Covid-19.

Juaeni juga mengungkapkan pada saat kepulangan Eva Yolanda, pihak keamanan sebenarnya hadir untuk mengantisipasi pembubaran massa, namun demikian, apa pun ikhtiar pemerintah tanpa kesadaran semua pihak termasuk masyarakat tidak mungkin berjalan sebagaimana harapan.

“Atas nama Sekretaris Gugus kami mohon maaf atas kejadian tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.IP., juga menyampaikan ucapan permohonan maaf.

“Saya juga minta maaf sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas karena terus terang saya kecolongan terkait kejadian ini dan betul yang di sampaikan Pak Sekda, nasi sudah menjadi bubur, kita perbaiki ke depan,” ungkapnya.

Disisi lain, Kapolres Kabupaten Lombok Timur AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK,MH, menyampaikan, Sekda Lotim atas nama Jubir dalam masalah kasus ini sudah menyampaikan bahwa kita atas nama gugus tugas sudah melaksanakan SOP penjemputan atas kepulangan Eva Yolanda peserta Lida.

“Dan menurut keterangan dari petugas gugus, bahwa sudah disarankan kepada pihak Manajemen untuk mengantisipasi yang bersangkutan untuk tidak kembali ke rumah yang bersangkutan. Dan menurut petugas gugus dilapangan bahwa masyarakat di TKP sudah dihimbau untuk tidak berkumpul, namun secara spontan karena euphoria mereka berkumpul,” jelasnya.

Namun Demikian, Gugus Tugas akan melakukan investigasi secara tegas utuk menindak tegas apabila ada oknum petugas dan masyarakat yang melanggar peraturan sesuai dengan ketentuan yang sudah di atur.

“Kami dari Gugus Tugas pasti akan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga akan menindak oknum secara tegas sesuai yang kami sampaikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gubernur NTB serahkan bantuan rumah program hibah

Sen Apr 6 , 2020
Bima – Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan bantuan rumah program hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun 2019, di lapangan desa Maria Kecamatan Wawo, Rabu (10/11). Secara simbolis bantuan diserahkan kepada perwakilan 4 kecamatan di kabupaten Bima yang mengalami bencana banjir tahun 2016 lalu, diantaranya kecamatan Sape, Wawo, […]