Dianggap lalai, Bank NTB Syari’ah digugat Rp.1,5 Milyar

GETNEWS.ID, Mataram – Terkait hilangnya SK Dan Sejumlah Dokumen Kepegawaian Asli milik Junaidi SPd. yang Hilang oleh pihak Bank NTB Syariah Cabang Pembatu Sweta setelah dijadikan sebagai berkas jaminan pinjaman kredit, Bank NTB Syari’ah dinilai lalai.

Kepada wartawan, saat ditemui dikediamannya di Gerung Lombok Barat, junaidi mengutarakan, berbagai upaya pendekatan telah saya lakukan agar Bank Syariah NTB dimana saya menjaminkan Surat-surat berharga milik saya yang hilang agar dipertanggung jawabkan.

“Jika saja Bank ini punya etikad baik, mungkin semua persoalan ini tidak menjadi panjang,” ucapnya.

Menurut penuturannya Junaidi, ia sudah menyerahkan dokumen kepegawaian yang asli sebagai Jaminan pengajuan pinjaman, dan setelah lunas dan meminta kembali, junaidi memperoleh jawaban yang tidak pasti.

“Saya bolak-balik hampir dua tahun mempertanyakan, kemudian ujung-ujungnya ternyata Dokumen yang saya jaminkan hilang,” ungkapnya.

Bank Milik Pemerintah ini, tambahnya, ternyata tidak bertanggung jawab dan lalai terhadap berkas jaminan yang diagunkan Nasabah.

“Ini kan tidak sepantasnya?,” keluh Junaidi dan mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab Bank Syariah NTB.

Kekesalan Junaidi makin memuncak ketika pihak Bank menyodorkan Photo Copy SK darinya yang dilegalisir kembali oleh Pihak Bank kekantor BKD Lombok Barat dan menyatakan Photo Copy yang dilegalisir tersebut bisa dipakai sebagai syarat untuk mengajukan pinjaman Bank manapun.

Ternyata Pihak Bank inipun kembali bohong lantaran tak ada satupun Bank yang menerima sehingga dirinya terpaksa mengeluarkan Setifikat Tanah untuk mendapatkan pinjaman Bank Kembali.

Terkait proses gugatan dipengadilan, Kaswadi, SH., Kuasa Hukum Junaidi menyatakan kecewa atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Mataram yang memutuskan tanpa mengacu kepada putusan Pengadilan Negeri yang memenangkan gugatan kliennya.

“Saya mendampingi saudara junaidi sebagai Kuasa Hukum menggugat Bank Syari’ah NTB yang telah merugikan klien saya baik secara materil dan inmateril,” ungkap Kaswadi.

Kerugian yang dimaksud, kata dia, adalah keluarnya uang/biaya dari penggugat dalam mengurus hilangnya Obyek Sengketa (Dokumen Asli) yang dijaminkan yang tidak pernah dikembalikan oleh pihak Tergugat setelah pelunasan pinjaman sampai saat ini.

“Klien kami juga sudah berkali kali mendatangi kantor tergugat, baik kantor cabang pembantu sweta, Kantor Pusat, Kantor cabang Gerung, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mataram, Kantor BKD Kabupaten Lombok Barat, dan kantor Kepolisian untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan agar bisa mendapatkan kembali Dokumen Asli berupa SK Asli Pertama, SK Asli Terakhir, Kartu Anggota Pegawai Negri Sipil dan Kartu Asli Taspen yang jangka waktu kreditnya berakhir tanggal 5 Juli 2018 yang pelunasannya telah dilakukan melalui kantor cabang Gerung dan meminta kembali Dokumen Asli yang dipegang pihak Bank namun tak pernah dikembalikan hingga saat ini, sehingga menjadi obyek sengketa,” jelas Kaswadi.

Sesuai aturan, menurut Kaswadi, disini jelas sekali Tergugat yang merupakan Bank Pemerintah dinilai sangat lalai dan tidak Profesional menjaga hubungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap dokumen jaminan agunan Nasabah.

“Bank NTB Syari’ah dimana Kien kami menjaminkan Dokumen memang tidak memiliki etikad menyelesaikan permasalahan ini sebagaimana tanggung jawab Saudara Junaidi yang sudah menyelesaikan kewajiban melunasi kredit pinjaman di Bank tersebut,” katanya.

Menurut tim pengacara Junaidi, terbukti pihak Bank tidak mentaati putusan-putusan sidang Pengadilan Negeri Mataram dan memilih melakukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Kendati di Pengadilan Tinggi Mataram, tambah Kaswadi, klien kami kalah, kami telah menyampaikan memori kasasi ke Mahkamah Agung untuk mendapatkan hak keadilan sehingga Pihak Bank NTB Syari’ah mempertanggung jawabkan perbuatan hukum karena menghilangkan Dokumen Penting Klien kami yang menjadi nasabah.

Dan pihaknya berencana menggugat Bank Syari’ah NTB untuk membayar Ganti Rugi sebesat 1,5 Milyar Rupiah.

“Saya yakin keputusan Mahkamah Agung akan memenangkan Gugatan klien kami sebab Bank NTB Syari’ah sudah jelas melanggar ketentuan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Perbangkan dan lalai terhadap tanggung jawab yaitu menghilangkan Dokumen penting yang menjadi Jaminan Pinjaman Klien kami saudara Junaidi SPd.” Pungkas Kaswadi.

Ach.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Safari Subuh Gubernur NTB : Lebih dekat dengan masyarakat di Masjid Nurul Yaqin Sandubaya

Kam Jan 9 , 2020
GETNEWS.ID, Mataram – Gubernur NTB Zulkieflimansyah memanfaatkan kegiatan safari subuh untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menghimpun masukan dari masyarakat tentang pembangunan daerah. Selain menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk salat subuh berjamaah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang efektif bagi pimpinan daerah dengan masyarakatnya. Kali ini Gubernur […]