AMSI NTB kecam penganiayaan terhadap Jurnalis

Mataram – Seorang wartawan media online di Mataram, Sahib menjadi korban penganiayaan. Dia diduga dianiaya seorang oknum Kadus di wilayah Kediri, Kabupaten Lombok Barat lantaran sebelumnya mengungkap sejumlah persoalan dana bantuan Covid-19 di wilayahnya. Saat ini Sahib masih menjalani pemeriksaan intensif di RSUD Tripad Gerung, Rabu (13/5).

Menanggapi kejadian ini, Asosiasi Media Siber Indonesia wilayah NTB mengecam keras kasus tersebut. Oknum Kadus sebagai penganiaya harus diproses secara hukum.

“Tiada kata lain kecuali lawan,” tegas Ketua AMSI NTB, H Fauzan Zakaria.

CEO Majalah Gerbang Indonesia itu pun meminta aparat berwajib harus menindak tegas kasus itu. Pelaku harus diproses secara hukum.

“Peliputan dan pemberitaan yang dilakukan rekan kita sesuai dengan tupoksinya sebagai jurnalis. Tidak ada indikasi pelanggaran kode etik. Semestinya semua pihak dapat memahami hal itu, karena haknya dijamin oleh Undang-Undang Kebebasan Pers,” paparnya.

Fauzan menjelaskan, fungsi media adalah sebagai sarana kontrol sosial. Sehingga selalu berjalan dengan tantangan dan risiko. Namun permasalahan dalam pemberitaan seharusnya disikapi menggunakan sarana yang ada dalam UU Pers, yaitu hak jawab atau klarifikasi.


“Jangan asal main pukul dan tindakan premanisme. Kami mengecam tindakan itu dan harus segala bentuk kekerasan terhadap wartawan harus dilawan,” tegasnya lagi. (abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dandim 1614/Dompu dampingi Bupati menyerahkan BST

Rab Mei 13 , 2020
Dompu – Dandim 1614/Dompu Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom, dampingi Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin pada acara penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Kabupaten Dompu, bertempat di halaman Kantor Pos Cabang Dompu Jln. Bhayangkara No.8 Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Rabu (13/5). […]