Asal usul Terjadinya Malam Lailatul Qadar

foto bulan (Hero)

GETNEWS.ID – Lailatul Qadar merupakan malam yang paling ditunggu-tunggu selama bulan Ramadhan. Namun tidak semua tahu asal usul terjadinya malam Lailatul Qadar.

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Muhammad SAW, Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

Sementara awal mula adanya malam Lailatul Qadar, Nabi Muhammad SAW bercerita, dahulu kala ada orang Bani Israil, di zaman Nabi Musa. Mereka tidak pernah berbuat dosa selama 80 tahun.

Hari-harinya semua diisi dengan ibadah. Siang jihad, malam mendirikan qiyamul lail.

Mendengar cerita Rasulullah tersebut, para sahabat-sahabat Nabi pun bersedih. Lalu turunlah ayat Al Qadr.

Inna anzalnaahu fii lailatul qadr. Wa maaa adrooka maa lalilatul qadr. Lailatul qadri min al fisyahri

Yang artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar (kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

Dalam buku ‘Mukjizat Lailatul Qadar: Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan’ karya Arif M Riswanto disebutkan, Lailatul Qadar terdiri dari dua kata, lailah dan Al Qadar. Secara bahasa lailah artinya malam.

Sementara, Al Qadar memiliki beberapa arti:

1. Ukuran

Dari arti ini diambil kata miqdaar. Seperti ayat, ‘Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan serta kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (QS Al Ra’d ayat 8).

Allah telah mengukur Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

2. Penghormatan

Seperti ayat, Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan semestinya ketika mereka berkata, ” Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia (QS Al An’am ayat 91).

Pada malam Lailatul Qadar Allah telah menurunkan kehormatan bagi orang yang bisa mendapatkan keutamannya.

3. Takdir atau Ketentuan

Makna ini diadopsi oleh bahasa Indonesia menjadi takdir.

Allah telah menurunkan penentu kebenaran bagi hidup umat manusia yaitu Al Quran. Al Quran adalah ketentuan, kekuatan, dan kesempurnaan, yang telah diturunkan oleh Allah untuk umat manusia.

4. Sempit

Seperti ayat, ‘Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya di Maha Mengetahui dan Maha Melihat terhadap hamba-hambaNya.” (QS Al Isra ayat 30).

Pada malam Lailatul Qadar penuh kesempitan karena banyak malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT pada surat Al Qadr ayat 4: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

5. Kekuatan atau Kemampuan (maqdarah)

Lailatul Qadar akan menjadi malam persiapan bagi orang-orang yang bisa meraihnya untuk menyongsong hidup pada kemudian hari dengan lebih baik.

6. Menyempurnakan

Seperti hadits riwayat Al-Bukhari, “Jika kalian melihatnya (hilal) shaumlah dan jika kalian melihatnya (hilal) berbukalah. Jika kalian samar (untuk melihatnya), sempurnakanlah (menjadi tiga puluh hari).”

7. Mempersiapkan atau Menaksir seperti ungkapan, ‘Aku menentukan sesuatu’ yang berarti mempersiapkan

Dengan demikian, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh ukuran, penghormatan, ketentuan, kesempitan, kekuatan, kesempurnaan, dan persiapan. Pada malam ini, juga merupakan turunnya Al Quran secara berangsur-angsur selama 23 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hj. Sumiatun Pantau Harga Barang Kebutuhan Pokok di Pasar Kediri

Kam Apr 29 , 2021
getnews.id – Dalam rangka pemantauan harga barang-barang kebutuhan pokok (Bapok) dan barang penting saat menjelang bulan Suci Ramadhan 1442 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Barat melakukan kroscek ke sejumlah pasar-pasar di Lombok Barat, Kamis, (29/4). Pasar yang dikunjungi yakni pasar Narmada, Pasar Gunungsari, dan Pasar Kediri. Di Pasar […]