Night To Remember

by. Hero

Aku hanya bisa katakan satu kali

”aku cinta kau sampai mati”

Memilikimu adalah kebahagiaan, karena itu akupun memperlakukanmu dengan baik dan benar. Seperti segelas anggur mahal, kau kuminum, kujilat hingga tetes terakhir. Bahkan lidahku takkan pernah mau berhenti mengecup manismu, sampai kuyakin gelas itu kering. 

Akupun merasa merugi saat kau jatuh sakit dan menutup diri sementara bulan baru saja disirami madu, ditaburi kembang aneka warna yang keharumannya tak mampu redakan gundah untuk bisa segera mengunjungi betinamu. Wangimu membunuh indra penciumanku.

Saat kau kembali tiga hari kemudian, kitapun segera luapkan segala. Menikmati dan saling menikmati. Pintu kamar sudah kugembok dengan hasrat seribu tahun kerinduan, semua orang pasti tahu ini malam kita, mereka pasti mengerti karena kita sang raja dan ratu. Walau aku lupa menggantung DO NOT DISTURB di depan pintu, mereka pasti mengerti. Dan kitapun kembali ke zaman prasejarah, telanjang dan berlaku liar.

Sebulan penuh kau kusantap dan kumamah, sebulan itu kebahagiaan mengisi setiap sudut ruang. Entah ada malaikat atau iblis juga ada disana, kita tak perduli. Ini legal, ini sah kitapun bebas berlaku tabu sampai pagi hingga pagi lagi. Sampai pinggangmu dan lututku harus berani katakan; CUKUP, agar nikmat tak segera berakhir. Dan betinamu tetap utuh wangi dan memikat sampai kita uzur, tua dan lapuk. Walau darah masih saja menggelora.

”kekasihku mari kita keluar melihat dunia agar mereka tak memusuhi kita,” 

”tidakkah cukup aku dihadapanmu hingga kau masih menginginkan keindahan yang lain?”

”tidak, engkau cukup bagiku bahkan kau lebih dari dunia dan seisinya. Tapi aku juga butuh makan sayang setelah seharian kita bercinta,”

”duhai lelakiku sayang, tidakkah cukup aku dan semua yang engkau sukai dari tubuhku mengenyangkanmu? Sehingga engkau berkata begitu?”

”perempuanku sayang, seandainya dua orang kekasih bercinta seharian tanpa makan dan minum tentu ia akan meludahi wajah kekasihnya. Simpan saja gairahmu sebab hari masih panjang, agar jangan kita termasuk mereka-mereka yang mengobral cinta dan nafsu sampai habis sebelum waktunya. Sungguh, aku tak ingin menjadi lelaki yang menceraikanmu karena engkau sudah tak layak lagi untuk kucumbu.”

Aku pernah katakan cinta, satu kali

Walau tak sampai,

mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPO Spesialis Curas di Kopang Diringkus Polisi

Ming Mar 21 , 2021
getnews.id, Praya NTB – Unit Reskrim Polsek Kopang Polres Lombok Tengah Polda Nusa Tenggara Barat meringkus buronan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Dusun Prantap, Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (19/3). Kapolsek Kopang AKP Suherdi, Sabtu (20/3), mengatakan, penangkapan tersangka AA (31), warga Dusun Prantap, Kecamatan Kopang […]