Satgas Pamtas Yonif 742/SWY, Rembulan dan tarian ikan Paus dan Lumba lumba

GETNEWS.ID – Rembulan benderang memancarkan cahayanya dikegelapan malam Laut Sawu saat Kapal Laut TNI AL Amboina 503 yang membawa Satgas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) memasuki wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perjalanan yang memasuki hari ke dua setelah angkat jangkar di Pelabuhan Lembar Lombok Barat pada Jumat (26/2) lalu. Seluruh personel Satgas menikmati perjalanan laut siang dan malam dengan riang gembira sembari menikmati pesona keindahan bahari di timur negeri yang dikenal sebagai tempat bersemayamnya kadal terbesar didunia, Komodo.

Para anggota Satgas yang sudah terlatih dan sudah terbiasa menghadapi tantangan alam, mulai merasakan perjalanan siang ditengah laut yang menyengat. Namun, pemandangan laut yang begitu indah membentangkan diri dengan menyuguhkan keindahan pesonanya serta diiringi gemuruh ombak dari samping kiri kanan, depan dan belakang Kapal Amboina sang penakluk samudera terdengar seperti iringan musik Sasando, alat musik khas NTT menyambut mereka. Tarian ikan layang yang terlihat berterbangan bermain bersama ikan lumba-lumba dan paus menari-nari mengiringi kapal, sebuah pemandangan luar biasa yang menjadi hiburan anggota Satgas.

Saat malam menjelang, rembulan menyuguhkan dirinya menjadi saksi bisu dan hiasan malam perjalanan kami diatas kapal yang terlihat begitu indah seolah ia tersenyum dan bangga melihat para ksatria Wira Yudha Sejati yang tengah mengapung dalam remangnya malam.

Sinyal HP awalnya kencang mulai timbul tenggelam dan perlahan hilang menyesuaikan diri dengan jarak kapal yang meninggalkan daratan untuk beberapa hari. Otomatis hiburan telepon-teleponan sepi bahkan internetpun mati.

Danyonif 742/SWY Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Dansatgas Pamtas RI-RDTL bersama Wadansatgas Mayor Inf Aditya Nugraha bersama yang lainnya tidak mau ketinggalan menikmati dan mengamati semua peristiwa yang ada dengan seksama bahkan sesekali ikut meramaikan hiburan yang dibuat para personelnya dibawah tenda. Berbagai permainan dan game menjadi hiburan selama beberapa hari hingga Amboina 503 lepas jangkar. Hal lumrah dalam sebuah permainan, sang Komandan pun sportif menerima sanksi saat kalah dalam bermain.

makan siang diatas Kapal Amboina 503

Terlihat Bayu Sigit sapaan akrab pria murah senyum itu spontan mengangkat helm tempur dan memasangnya di atas kepala sebagai sanksi ketika kalah bermain kartu. Terlihat tawa anggota menambah kehangatan, kebersamaan dan keakraban personel satgas layaknya seperti keluarga.

“Alhamdulillah inilah yang bisa kami lakukan, mencari hiburan masing-masing untuk menghilangkan kejenuhan selama di atas kapal, ada yang bermain gaplek, ada yang bermain game di HP yang sebelumnya memang mereka download dan bahkan ada yang membaca buku,” ungkap Dansatgas sambil tersenyum.

Masing-masing perorangan memang kami wajibkan untuk membawa buku bacaan minimal satu buku. “Setelah mereka baca, sesuai rencana akan kita kumpulkan untuk dijadikan sebagai perpustakaan berjalan atau taman literasi dengan harapan dapat meningkatkan minat baca masyarakat setempat,” ujarnya.

Selain itu, pria kelahiran Bandung itu juga mengucapkan rasa syukur dan bangga melihat seluruh personelnya dengan kesadaran diri melaksanakan kewajiban untuk beribadah dan berdoa. “Khusus yang muslim sudah disiapkan tempat sholat berjamaah di atas dan dibawah, sedangkan umat yang lain menyesuaikan tempat yang ada,” terangnya.

Terlihat dari kejauhan pelabuhan yang dinanti-nanti, yah Pelabuhan Tenau Kupang Nusa Tenggara Timur namanya sudah persis berada di depan mata. Namun yang lebih menyenangkan dan menggembirakan suasana hati ketika sinyal dan Internet terlihat di HP. Hampir seluruh personel memeriksa dan membuka HP, tak ayal senyum sumringah pun hadir menghiasi bibir mereka. Tidak tunggu waktu lama, terdengar suara istri dan anak-anak mereka saling menanyakan kabar dan memberi motivasi untuk saling mengingatkan dan menjaga kesehatan.

Usai lepas jangkar dan bersandar di Pelabuhan Tenau, Dansatgas bersama Wadansatgas didampingi Pasiops Satgas Letnan Satu Inf Taura Mheru Assadulloh turun kapal menemui perwakilan Korem 161/Wira Sakti untuk koordinasi rencana servas menuju daerah tugas di wilayah perbatasan RI-RDTL.

| Ismail jumse

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Revitalisasi Senggigi Terancam Gagal, Ketua DPC APKLI Batulayar Angkat Bicara

Sel Mar 2 , 2021
Lombok Barat – Rencana Revitalisasi Senggigi oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terancam gagal, hal tersebut terdampak akibat banyaknya titik titik jalur utama di wilayah kawasan wisata tersebut yang mengalami longsor. Beberapa proyek Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang terkena musibah tanah longsor/ tanah amblas di antaranya tebing pinggir jalan tanjakan Hotel […]