MOVING ON ITU IS A SIMPLE THING, what it leaves behind is HARD

by. Bang Hero

i

Perempuan itu menangis dengan isak satu dua lalu menangis dengan lancar hingga suaranya serak saat suaminya katakan, “kita putus, putus, putus.”

Suaminya pernah katakan sayang hingga dalam tulang dan akan membawanya melebur dalam cinta hingga akhir. Tapi sekarang, buktinya ia meninggalkannya membuangnya tanpa penjelasan tanpa katakata yang bisa hati dan pikirannya terima.

“aku bosan.”

Dua baris kata yang terdengar seperti sebaris kata, sangat menyakitkan dan tidak berperi. Kata yang seharusnya tidak pernah diucapkan oleh seorang manusia pada manusia lainnya apalagi mereka pernah bersatu dalam cinta. 

“aku bosan,”

Kata itu seharusnya dialamatkan hanya untuk makanan cepat saji bukan untuknya.

Perempuan itu membersihkan air matanya, “aku harus tegar,”katanya dalam hati sambil memejamkan matanya sejenak agar perihnya hilang juga agar matanya tak terlihat teraniaya. Lalu ia duduk dengarkan Diego Modena bawakan implora-nya, menarik napas dalam, dalam, kemudian dihembuskannya perlahan, perlahan.

“aku bosan?, huh,” katanya dengan mata yang marah.

Awalnya mereka bercinta dengan hebat semalaman setelah itu lelakinya kelaparan hebat dan mengobrak-abrik dapur mencari makanan yang bisa dimakan untuk mengembalikan tenaganya setelah habis terkuras dalam sex yang hebat. Tapi dia tak menemukan apapun selain minuman, minuman dan minuman.

Suaminya marah, sedang-sedang saja tapi katakatanya tak pernah berhenti berkatakata berulang ulang diulang ulang hingga telinganya bosan. Iapun membalas satu kata dua kata, suaminya makin marah dan keluarkan banyak kata. Ia dongkol mendengar katakata lelakinya yang menyinggung hati, marah merekapun makin hebat sampai habis kata.

Awalnya hanya satu kata, “Bosan,” dan aku hanya diam, lalu disusul dengan kata, “aku bosan,” membuatku sedikit marah, kemudian suaminya melempar piring, gelas dan barang pecah belah lainnya hingga habis disusul dengan kata, “kita putus, putus, putus.” Aku menangis dengan isak satu dua begitu lelakinya menghilang tangisnya makin lancar dan makin menjadi hingga serak.

ii

Mantan suaminya menangis dengan isak satu dua lalu menangis dengan benar hingga kencingnya keluar saat bekas perempuannya katakan, “kamu harus mati, mati, mati.”

Lelaki itu pernah katakan sayang hingga dalam tulang berjanji akan membawanya melebur dalam cinta dan lenyap didalamnya hingga akhir waktu. Tapi janjinya palsu, ia memutus ikatan cinta mereka tanpa penjelasan tanpa katakata yang bisa ia dan hati juga pikirannya bisa terima.

“aku muak.”

Dua baris kata yang terdengar seperti sebaris kata dan terdengar sangat menyakitkan dan tidak berperi. Kata yang memang pantas di ucapkan oleh manusia pada manusia yang telah menghina kehormatan perempuan dan juga cintanya.

“aku muak.”

Kata itu seharusnya dari dulu ia ucapkan pada bekas suaminya bukan sekarang.

Bekas suaminya mengerang saat bekas perempuannya menginjak lelakinya bekas suaminya itu, air matanya tumpah seiring suara erangannya yang memuakkan. 

Penyesalannya tak didengar bekas perempuannya. Lelaki itu diikat sampai tak bisa gerak hanya mulutnya saja dibiarkan bebas agar ia bisa mendengar rintihannya. Sambil duduk menatap bekas suaminya tergeletak tak berdaya ia dengarkan Bond dengan Victory-nya, tersenyum puas, puas dan tertawa bahagia.

Awalnya bekas suaminya dibuat pingsan lalu ia mengikatnya dan menaikkannya kedalam mobil dan membawanya ke sebuah tempat jauh dari keramaian jauh dari semua di sebuah tempat yang jauh, disebuah gubuk kecil ditepi hutan.

Ia memandangi lekat-lekat wajah bekas suaminya itu sampai ia tersadar dari pingsannya, lalu ia menendang, menendang dan menendang sepuasnya ke lelakinya bekas suaminya itu. menginjaknya hingga terdengar suara KRAKK! diiringi jerit kesakitan, dan merintih, memohon, memelas. Tapi ia tak bergeming. Ia sudah terlanjur sakit, ia sudah terlanjur sakit hati, ia sudah terlanjur dendam. Marah, benci, dendam yang tercipta saat kata “aku bosan.” Diucapkan bekas suaminya itu.

Lelaki itu memohon saat perempuan itu meninggalkannya dan mengunci gubuk. diambilnya bensin yang sudah disiapkannya dan disiram keseluruh bagian gubuk hingga basah kuyup seperti diguyur hujan. jerit bekas suaminya makin keras, tapi ia tak perduli. Diambilnya korek api kayu dari kantung celana, dinyalakannya dan dilemparkan kegubuk itu dan berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HBK Ingatkan Program Ekonomi dan Kesehatan Bagi Kepala Daerah Baru

Sen Mar 1 , 2021
Mataram – Beberapa hari yang lalu, enam Kepala Daerah di Provinsi NTB dilantik oleh Gubernur NTB, DR. Zulkiflimansyah. Enam Kepala Daerah itu meliputi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman, Bupati dan Wakil Bupati Kab. Bima Hj. Indah Damayanti Putri-H. Dahlan M Noer, Bupati dan Wakil […]