Polsek Gunungsari Evakuasi Orok Bayi yang Gegerkan Warga Mambalan

Lombok Barat -Orok bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan membusuk di Sungai Dusun Mambalan, Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. Jasad bayi ini ditemukan pertama kali oleh Bohari (49 tahun) warga sekitar yang akan memancing di Sungai Dusun Mambalan, Minggu (14/02/2021) sekitar pukul 17.00 Wita. Bohari melihat orok bayi laki-laki sudah meninggal dunia dalam kondisi tidak utuh dan terkoyak. Kejadian itu langsung dilaporkan Bohari kepada warga sekitar. Lalu diteruskan ke Polsek Gunungsari. ” Ketika hendak memancing saya mencium bau busuk yang menyengat, selanjutnya saya mencari sumber bau tersebut dan ternyata berasal dari mayat bayi yang sudah tidak utuh dan membusuk,” ujar Bohri.

Temuan ini kontan menggegerkan warga Dusun Mambalan. Warga berduyun-duyun mendatangi sungai untuk melihat temuan mayat bayi laki-laki ini.

Mendapat laporan warga, personil Polsek Gunungsari dibawah pimpinan Ka SPK mendatangi TKP dan melakukan tindakan-tindakan Kepolisian di TKP. Pukul 19.30 wita orok bayi berjenis kelamin laki-laki dibawa menuju ke Puskesmas Penimbung untuk dapat dilakukan permeriksaan lebih lanjut. Dikarenakan dokter jaga tidak berada ditempat dan Puskesmas Penimbung tidak memiliki ruang penyimpanan jenazah selanjutnya dengan menggunakan Mobil Ambulance Puskesmas Penimbung Orok Bayi dibawa menuju RS. Bhayangkara untuk pemeriksaaan dan identifikasi lebih lanjut

Pada pukul 20.30 Wita mayat orok bayi tiba di RS Bhayangkara dan diterima oleh petugas Biddokkes Polda NTB, BRIPKA L. Ade Surya . kemudian mayat disimpan di ruang jenazah dan telah dibuatkan berita acara penyerahan Jenazah. “Kita tinggu hasil Otopsi dari rumah Sakit Bhayangkara terkait usia, waktu dan penyebab kematian,” ujar Iptu Surya Irawan, Kapolsek Gunungsari, saat dikonfirmasi.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab dalam pembuangan bayi malang tersebut. “Kita sudah memeriksa mengintrogasi beberapa saksi dan memerintahkan anggota Bhabin untuk mendata ibu hamil di desa binaannya dan unit reskrim besama unit intel untuk mendalami penyelidikan disekitar TKP” lanjut Surya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bhima Yudhistira : Uang Negara untuk Bayar Influencer Tidak Transparan

Sen Feb 15 , 2021
getnews.id – Dikutip dari media online Okezone.com, Pemerintah disarankan menghapus alokasi anggaran untuk influencer dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab selain bisa menimbulkan konotasi buruk, bisa juga tidak transparan. Ekonom atau Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, anggaran pemerintah untuk membayar […]