PT. Pos Serahkan Bantuan Gempa 2 M Untuk Masyarakat NTB

Mataram – Secara historis PT Pos Indonesia (Persero) memiliki nama besar di Indonesia. Salah satu Perusahaan / Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga memiliki jaringan yang luas hingga ke desa-desa se Indonesia. Oleh sebab itu, potensi ini harus dibangun untuk memperkuat kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Banyak hal kedepan yang harus kita sinergikan, potensi yang ada untuk dikerjakan secara bersama dengan Provinsi NTB,” ucap Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat menerima Direktur Kelembagaan  PT. Pos Indonesia, Nezar Patriadan, bersama jajarannya, Rabu (23/12/2020) di ruang kerja Gubernur.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB, berharap PT Pos Indonesia (Persero) terus berbenah mengikuti perkembangan zaman. Karena menurutnya, sudah banyak jasa-jasa kurir yang tumbuh di era ini.

“PT. Pos harus lebih cepat,” imbuhnya didampingi Sekda Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi.

Selain itu, Mantan Anggota Komisi VI DPR RI ini juga mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada PT. Pos Indonesia atas bantuan kemanuasian untuk gempa Lombok-Sumbawa tahun 2018 yang lalu.

“Bantuan uang tunai senilai 2.2 M untuk korban gempa tahun 2018 yang lalu, akan kami pergunakan sebaik-baiknya,”ucapnya.

Bantuan ini merupakan amanah dari konsumen PT. Pos. sehingga harus dipergunakan sesuai dengan pemberi bantuan.

“Harus ditujukan untuk korban gempa, karena ini amanat,” tegas pendiri UTS ini.

Secara teknis bantuan ini akan di koordinasikan dengan BPKAD, BPBD, Dinsos serta OPD terkait.

“Sekali lagi terimakasi PT. Pos,” tutup Gubernur.

Sementara itu, mewakili Dirut. PT. Pos Indonesia, Direktur Kelembagaan Nezar Patria mengatakan bahwa PT. Pos akan terus berbenah, termasuk memperbaiki pelayanan dan fasilitas di era IT ini.

“Kedepan seperti jasa kurir akan kami perbaiki dan benahi, sehingga lebih baik,” kata Nezar.

Menurut pria alumni Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini bahwa selain silaturahmi dan kunjungannya ke NTB, ia menyampaikan amanat dari konsumen PT. Pos Indonesia untuk korban gempa di NTB tahun 2018, sebesar Rp. 204.260.705 Miliar.

Ia menjelaskan keterlambatan penyerahan bantuan ini lebih karena masalah teknis.

“Diskusi panjang tentang penyaluran diperuntukan untuk apa, sehingga berlarut saat itu,” jelasnya.

Ditambah lagi, usai gempa di NTB, dihadapkan lagi dengan gempa di Palu saat itu. Termasuk akhir 2019 Indonesia dilanda Covid-19.

“Ini kendala-kendala yang kami hadapi,” tuturnya.

Direktur Kelembagaan PT. Pos ini berharap bantuan uang tunai dari
 konsumen lewat PT. Pos dapat meringankan beban serta penderitaan korban yang terkena gempa bumi setahun yang lalu.

Pertemuan dan silaturahmi yang berlangsung akrab dan hangat ini, diakhiri dengan penandatanganan berita acara serah terima bantuan dan tukar menukar cendramata antara Gubernur NTB dan Direktur Kelembagaan PT. Pos Indonesia.

Pertemuan dan silaturahmi ini Gubernur NTB ini turut didampingi Kalak BPBD, Kadis Sosial dan Kepala BPKAD Provinsi NTB, Vice Presiden PKBL Pusat, Ka. Regional 8 Bali Nusra, Kepala Kantor Pos Mataram, dan Manajer PKBL Pos Mataram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Himbauan Kasat Pol PP

Thu Dec 24 , 2020
Mataram – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dimasa pandemi ini, Kasat Pol PP Provinsi NTB, Tri Budi Prayitno meminta agar perayaan Natal dan Tahun Baru tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat agar tidak ada klaster baru dari penyebaran virus ini. “Nanti saat perayaan dan ibadah, tolong pastikan betul […]