Partisipasi Pemilih Capai 82,4 Persen, Tertinggi Selama Pilkada Langsung di Sumbawa

Sumbawa – Pilkada Sumbawa Tahun 2020 mencatatkan partisipasi pemilih mencapai 82,4 persen. Ini merupakan capaian partisipasi  tertinggi sepanjang sejarah Pilkada langsung di Kabupaten Sumbawa. Meskipun dihelat dalam masa pandemi Covid-19. 

Dari 337.145 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdaftar dalam formulir A.3-KWKW, sebanyak 277.879 pemilih yang menggunakan hak pilih. Jumlah ini sudah termasuk pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT yakni pemilih yang masuk daftar pemilih tambahan yang menggunakan KTP elektronik atau Suket. 

Sebagaimana disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Sumbawa Muhammad Ali, partisipasi 82,4 persen merupakan capaian tertinggi selama dekade fase Pilkada langsung di Kabupaten Sumbawa. Baik pemilihan bupati dari 2005, 2010, termasuk 2015. Dan pada saat itu partisipasi hanya mencapai angka maksimal 75 persen.  Termasuk juga di pemilihan gubernur khusus di Kabupaten Sumbawa, tidak pernah mencapai atau melebihi 75 persen.   

Dari tingkat partisipasi Pilkada tahun ini,  itu meningkat kurang lebih 6  sekian persen dari Pilgub kemarin termasuk dari Pilkada Sumbawa 2015. 

“Indikator-indikator yang mempengaruhi tingginya partisipasi pemilih di Pilkada Sumbawa 2020, antara lain, spiritnya daftar pemilih saat pencocokan dan penelitian itu cukup baik sangat bagus sekali.  Karena itu masalah dari hulu sampai hilir selama pelaksanaan Pilkada maupun pemilu, selalu menjadi masalah itu daftar pemilih.  Karena masih ada yang meninggal,  sudah pindah tapi masih terdaftar di desa asal dan lain sebagainya.  Belum juga faktor pemilih ganda dan lainnya.  Sehingga itu juga menjadi salah satu indikator kesuksesan partisipasi,” jelas Ali. 

Indikator lainnya,  termasuk peran aktif pemilih. Terlepas dari berbagai latar belakang ideologi politik dalam menggunakan hak pilih mereka. Intinya pemilih  telah membuktikan diri mengabdi kepada daerah dan negara dengan menggunakan hak pilihnya di TPS pada 9 Desember kemarin.   

Kemudian, peran para paslon dan tim kampanye memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.  Sehingga muncullah kesadaraan masyarakat itu secara maksimal.    Dari pendidikan politik yang dilakukan dari angka partisipasi ini merupakan keberhasilan paslon dalam mempengaruhi masyarakat dari visi misi dan program paslon. Terlepas siapa yang menang dan kalah.   

Selanjutnya juga ada peran pemerintah daerah. KPU dalam hal ini sangat berterimakasih atas peran dari pemda yang telah ikut membantu mensukseskan Pilkada 2020. Termasuk khususnya Kapolres,  Kodim 1607 yang ikut membantu memerankan masing-masing wewenangnya dalam mensukseskan Pilkada Sumbaw 2020. 

“Saya kira, angka 82,4 persen partisipasi merupakan bukti bahwa Pilkada Sumbawa ini berkualitas. Dalam hal partisipasi,” ujarnya. 

Dalam hal kepatuhan protokol Covid-19 pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara 9 Desember lalu,  mencapai 96 persen masyarakat di 270 daerah yang berpilkada itu menggunakan masker.  Sedangkan untuk pysical distancing terkait jarak dan sebagainya itu mencapai 90 persen.  

“ Saya kira masyarakat Indonesia khususnya Sumbawa sudah disiplin dalam penerapan protokol covid pada Pilkada 2020 ini,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ini yang dilakukan Babinsa Koramil Tanjung meredam keresahan warga dan memutus matarantai covid-19

Thu Nov 26 , 2020
Tanjung – Babinsa Desa Medana Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Koramil 1606-02/Tanjung Serma Marzuki Babinsa melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) ke Ponpes Isti’daduddarain Dusun Orong Ramput Desa Medana, Kamis (26/11), sebagai upaya untuk meredam keresahan warga atas penurunan Baliho HRS yang sempat viral beberapa waktu yang lalu. Ditemui oleh Pimpinan […]