TGB : Menasehati Ahlul Bait salah satu bentuk cinta

Jakarta – Menjawab banyaknya pertanyaan sputar cinta kepada nabi, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, KH. Muhammad Zainul Majdi,MA mengatakan bahwa salah satu bentuk cinta tersebut adalah meneladani sifat-sifat Nabi khususnya dalam berdakwah.

Ulama yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini mengatakan bahwa salah satu yang perlu dicontoh adalah nabi Muhammad tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar bahkan justru Nabi Muhammad menutup kejelekan ummatnya yang ia ketahui.

“Rasulullah SAW tidak pernah kasar.┬áRasulullah SAW tidak pernah memaki dan menghujat diatas mimbar. Terhadap pendosa pun Nabi SAW berusaha menutupi aibnya, bahkan saat sang pendosa itu sendiri menceritakan aibnya,” ungkap TGB.

Kalau Nabi SAW kasar lanjutannya, sedangkan Alquran berulangkali menyampaikan bahwa Nabi santun dan penuh kasih sayang, pasti orang munafik akan koar-koar bahwa perilaku Nabi SAW tidak sesuai dengan Alquran.

Salah satu bentuk cinta terhadap nabi adalah cinta kepada keturunannya, yakni ahlul bait, TGB menerangkan bahwa salah satu bentuk cinta kepada ahlul bait adalah mengingatkan jalan yang benar atau memberikan nasehat sesuai dengan ajaran islam dan Sunnah Rasulullah, tentunya dengan cara-cara yang santun seperti sifat rasulullah.

“Cinta ahlul bait itu kewajiban agama, Bagian dari cinta adalah memberi nasehat apabila ada kekeliruan, Ahlul bait juga punya kewajiban menjaga marwah Sang Baginda Nabi. Nanti Sang Baginda akan minta pertanggungjawaban di akhirat,” tutupnya.

TGB menyebutkan bahwa salah satu yang membuat beberapa tokoh Yahudi masuk Islam adalah karena mereka menemukan berita Taurat tentang Nabi akhir zaman yang memiliki ciri-ciri kelembutan cocok dengan Rasulullah SAW.

Berdakwah adalah salah satu cara untuk menyebarkan syariat Islam ke seluruh ummat manusia, masing-masing ulama memiliki cara tersendiri untuk menyebarkan syariat Islam tersebut. TGB memaparkan kelembutan Rasulullah saat berdakwah.

“Tegas itu bisa dengan kelembutan seperti sebagian besar ucapan dan tindakan Rasulullah SAW,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa tegas yang dilakukan dengan intonasi dan diksi yang keras sedikit sekali dilakukan oleh Nabi Muhammad maupun sahabat, itupun dilakukan terhadap musuh Islam yang memerangi agama dengan terang benderang.

“Tegas itu juga bisa dengan intonasi dan diksi yang keras sedikit seperti sebagian kecil ucapan dan tindakan Rasulullah dan sebagian sahabat seperti Sayyidina Umar terkhusus terhadap kaum munafik dan musuh Islam dalam peperangan,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

TGB: Rasulullah SAW tidak pernah memaki dan menghujat diatas mimbar

Sat Nov 21 , 2020
Jakarta – Berdakwah adalah salah satu cara untuk menyebarkan syariat Islam ke seluruh ummat manusia, masing-masing ulama memiliki cara tersendiri untuk menyebarkan syariat Islam tersebut. Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, KH. Muhammad Zainul Majdi,MA memaparkan kelembutan Rasulullah saat berdakwah. “Tegas itu bisa dengan kelembutan seperti sebagian besar […]