Kapolsek Sekotong Raih Nominasi Kapolsek Terbaik Dalam Kampung Sehat Award

Lombok Barat – Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta, SH terpilih menjadi kapolsek terbaik dalam ajang Lomba Kampung Sehat, yang diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (9/11). Raihan Kapolsek Sekotong ini, berdasarkan beberapa uji petik dari elemen masyarakat, yang menyatakan untuk menghargai upaya kerja keras dari Polsek Sekotong, dalam penanggulangan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Menanggapi ini, Iptu I kadek Sumerta, SH mengatakan tidak menduga, apa yang dilakukannya bersama jajarannya ini, berbuah penghargaan, dalam nominasi sebagai Kapolsek Terbaik, Rabu (18/11).
“Intinya, jajaran Polsek Sekotong hanya menjalankan apa yang menjadi atensi dan perhatian pemerintah, dan ini juga tidak terlepas dari petunjuk dan arahan dari Bapak kapolres Lombok Barat,” ungkapnya.

Dimana, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK., selalu menekankan kepada jajarannya dalam melakukan upaya-upaya pencegahan dan penaganan Covid-19. “Untuk kegiatan penertiban itu sendiri, Polsek Sekotong melakukannya dengan berbagai himbauan-himbauan, dalam penerapan protocol Kesehatan, hingga penertiban terutama dalam penggunaan masker,” bebernya.

Dikatakan pula bahwa, dalam kegiatan penertiban itu sendiri, dilakukan baik dalam bentuk Operasi Yustisi, maupun Non Yustisi atau sifatnya imbangan.

“Apalagi dengan telah diterbitkannya Perda NTB No.7 Tahun 2020, maka ini ditindaklanjuti, dengan lebih memperketat penerapan protocol Kesehatan, yang diharapkan Masyarakat lebih disiplin dalam penerapannya,” imbuhnya.

Adapun sebagi bentuk kegiatan nyata dalam mendisiplinkan masyarakat, di Sekotong juga dilakukan Operasi yustisi dalam penindakan dan penegakan Perda NTB nO.7 tahun 2020.
“Waupun sifatnya penegakan dan penindakan, namun tetap dilakukan secara humanis, dengan melibatkan relawan yang berperan dalam memberikan edukasi kepada
masyarakat,” jelasnya.

Relawan ini sediri melibatkan tokoh setempat, yang selalu mengingatkan warganya, untuk senantiasa mematuhi protocol Kesehatan.

“Sedangkan untuk kegiatan rutin yang sifatnya imbangan, maka cara pendekatannya sedikit berbeda, dimana lebih kepada edukasi serta Tindakan terukur humanis, untuk membiasakan masyarakat untuk lebih displin,” imbuhnya.

Dimana kegiatan penertiban ini, dilakukan pemeriksaan hingga pembatasan bagi yang belum mematuhi protocol Kesehatan atau yang kedapatan tidak menggunakan masker.
“Diantaranya diberikan Sanksi teguran lisan, termasuk Tindakan fisik terukur, sebagai pengingat dan untuk memberikan efek jera,” ucapnya.

Dikatakan pula, Wilayah Kecamatan sekotong merupakan salah satu destinasi wisata di Lombok Barat, sehingga ini juga sebagai upaya menciptakan tempat wisata yang aman dan sehat.

“Bila pengunjung merasa aman dan nyaman ditengah pandemic Covid-19, tentunya akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan jajaranya tidak cukup berhenti disini saja, menurutnya apa yang diraihnya ini bahkan menjadi motivasi dirinya dan jajarannya, untuk melakukan yang lebih baik lagi, untuk masyarakat khususnya di Wilayah Sekotong.

“Ini akan terus dilakukan, bahkan ditingkatkan lagi, yang diharapkan dengan Kampung yang Sehat, lebih menarik wisatawan yang datang, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Turunkan Stunting di Lobar Dengan Konsumsi Makan Ikan

Thu Nov 19 , 2020
Lombok Barat – Hal itu disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang juga ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Lobar, Hj. Khaeratun Fauzan Khalid pada acara rapat teknis Forikan Lobar tahun 2020 bertempat di Lesehan Pojok Jaya, Gerung, Kamis, (19/11). Stunting adalah kondisi gagal […]