IAGI Goes To KSB, Kembangkan Destinasi Wisata dengan Pilar Zero Waste

Sumbawa Barat – Setiap pengembangan destinasi wisata, seyogyanya disertai dengan sistem pengelolaan sampah yang baik. Untuk itu, sosialisasi Program Unggulan “Zero Waste” dilaksanakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB bekerja sama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia ( IAGI ) NTB dan Pemkab KSB menggelar rangkaian kegiatan IAGI Goes to Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), 7 November 2020.

Kegiatan ini diawali dengan diskusi bersama di Kampus Universitas Cordova, KSB, Sabtu (7 November 2020). Yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan pembinaan khusus ke 3 desa wisata KSB yakni Poto Tano, Lab Kertasari, dan Jereweh.

“Dalam diskusi ini, diharapkan bisa muncul rekomendasi2 integrasi pengembangan destinasi wisata dengan Zero Waste,apalagi dengan dihadapkan situasi Pandemi covid-19, perilaku menerapkan hidup sehat dengan menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak serta menjaga kebersihan lingkungan skitar maupun tempat wisata, jelas Firmansyah selaku Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB.

Firman sapaan akrabnya menjelaskan, terdapat banyak site geologi yang berpotensi menjadi destinasi wisata baru di NTB. Namun hal tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan sampah dan pelestarian yang lingkungan yang baik. Oleh karena itu acara IAGI Goes to KSB merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut.

Sementara itu, Mulyadi Gunawan selalu Koordinator Pengurangan Sampah NTB menyampaikan beberapa hal sebagai prioritas untuk mengurangi Sampah di NTB antara lain : Revitalisasi gotong royong, Pilah dan Olah Sampah Dari Sumbernya, Diversifikasi usaha bank sampah, Edukasi dan Kampanye secara masif, dan pelibatan sebanyak mungkin para pihak dalam pengelolaan sampah.

Gunawan menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai hal, dari penyiapan regulasi, sarpras oleh pemerintah kabupaten, sampai dengan hilirisasi pengelolaan sampah.

“Namun tidak cukup hanya dengan itu, dibutuhkan juga peran masyarakat, terutama dalam hal pengurangan sampah,” ungkapnya.

Di akhir acara diskusi, Gunawan mengajak agar mahasiswa bisa menjadi bagian dari agen perubahan menuju lingkungan hidup yang lebih baik ke depannya. Termasuk sebagai pemantau pengembangan destinasi wisata yang sejalan dengan Zero Waste di daerah masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Cegah Klaster Baru di Pasar, Bhabinkamtibmas Kel. Dalam Himbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Sun Nov 8 , 2020
Sumbawa Barat – Bhabinkamtibmas Kel.Dalam Kecamatan Taluwang Briptu Ari Hidayat mengedukasi masyarakat dan jasa parkir yang ada di Kelurahan tersebut. Dalam kesempatan itu, Briptu Ari mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. “tempat tersebut salah satu yang dikunjungi banyak orang, maka kami berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan […]