Krisis Air Akibat Kemarau Panjang, Desa Selengen KLU Membutuhkan Bantuan

Lombok Utara – Sejak Empat bulan yang lalu, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, mengalami krisis air akibat dilanda oleh musim kemarau yang cukup berkepanjangan.

Akibatnya, Tiga Dusun mengalami dampak yang cukup serius. Dusun tersebut adalah Dusun Sambiq Jengkel Barat dan sambiq jengkel Perigi, dusun Sangiang, dan Dusun Dompo Indah. Masyarakat setempat mengaku sangat membutuhkan bantuan air untuk kelanjutan hidup mereka.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Hairunik selaku mantan Kadus gerung Perigi Kamis, (29/10/2020). Ia mengatakan jika sejauh ini memang ada bantuan yang diterima, misalnya dari BPBD, PMI, dan ada juga dari beberapa Donatur lainnya yang ikut serta memeberikan bantuan, namun sayang tidak mncukupi kebutuhan masyarakat.

“Sehingga kami benar-benar sangat berharap adanya tambhan unit pengangkut air untuk penyaluran bantuan buat kami, ” Ujarnya penuh harapan

Terkait pembagian, masyarakat dibagikan sesuai wadah yang mereka punya masing-masing. Yang menjadi maslah adalah ada juga masyarakat yang tidak memiliki wadah panmpungan air, sehingga kita juga merasa kesulitan untuk penyediaan wadah yang cukup. Kalau air yang dari BPBD dan PMI juga alhmdulilah gratis, “terangnya

Lebih lanjut Hairunik juga menjelaskan jika penyaluran bantuan air dari BPBD dan PMI beserta beberapa donatur lainnya tidak setiap hari, penyaluran nya kadang-kadang 2 hari sampai 3 hari sekali, itupun tidak merata masyarakat menerima bagian.

Hal tersebut dipicu karena terbatasnya jumlah air yang disalurkan oleh pihak BPBD dan PMI. misalnya BPBD yang menyalurkan 2 tangki per dusun itu tidak cukup dengan jumlah masyarakat yang lumayan banyak.

Yang terjadi, ya msyarakat terpaksa harus patungan untuk membeli air, memang masyarakat yang punya sepeda motor masih bisa mengambil air untuk diminum dan memasak, tapi kembali lagi dengan medan yang cukup jauh tentu membutuhkan BBM. Tapi kembali lagi, dengan keadaan krisis seperti saat ini membuat masyarakat setempat juga kewalahan untuk memenuhi kebutuhan BBM.

“Mau menggunakan air irigasi, itu tidak memungkinkan, karena air irigasi benar-benar kering dan mati, “akunya

Maka harapannya semoga ada pihak-pihak atau donatur yang dermawan untuk membantu masyarakat kami di 4 dusun yang terdampak krisis air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Hari ini, Tiga Pasien COVID-19 Sembuh

Sat Oct 31 , 2020
Mataram – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi NTB mengeluarkan siaran pers terkait perkembangan kasus COVID-19 di provinsi NTB. Dalam siaran pers tersebut, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19, H. L. Gita Ariadi menyampaikan bahwa ada tiga pasien yang telah selesai diisolasi. “Hari ini terdapat penambahan tiga orang yang selesai isolasi […]