Tak Terhalang Pandemi, Desa Kuripan Kembangkan 14 INOVASI Lomba Kampung Sehat Tingkat Provinsi NTB

Lombok Barat – Ditengah pandemi covid-19 yang melanda Dunia dengan serba kesulitan, namun Desa Kuripan tak pernah kendor dalam dalam berkreasi kembangkan Desanya dengan tetap patuhi protokol Kesehatan hingga menjadi jawara Lomba Kapung Sehat Tingkat Kabupaten Lombok Barat ikut dalam Lomba Kampung Sehat Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, hari ini dinilai oleh Tim Penilai Lomba Kampung Sehat Tingkat Provinsi NTB.

Tim disambut dengan Ucapan Selamat Datang secara adat diiringi kesenian Gendang Beleq dan Peresean di depan Gerbang Kantor Desa Kuripan dilanjutkan dengan tari pendet di halaman Kantor Desa Kuripan, Senin, 26/10/2020.

Hadir dalam acara tersebut Pejabat Pemda Lombok Barat di antaranya, Asisten I Setda Kabupaten Lombok Barat Drs. Agus Gunawan, Kepala Dinas PMD, Ir. Lalu Edy Sadikin, Kepala Dinas Sosial Lalu Marta Jaya, Kepala Dinas P dan K, H. Nasrun, Sekretaris Dinas PMD, Herry Ramadan, Camat Kuripan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda Desa Kuripan.

Dalam paparannya saat mengekspose profil Desa Kuripan Kepala, Desa Kuripan Hasbi mengatakan  sejak merebaknya covid-19 ini Pemerintah Desa Kuripan bersama-sama dengan TNI dan Polri selalu terus menghimbau masyarakat khususnya ditempat-tempat umum untuk selalu menjaga keamanan, Kesehatan dan Kebersihan sehingga penularan covid-19 bisa ditekan sejak dini.

Menurut Hasbi dalam menghadapi Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi NTB dia terus mengembangkan inovasi untuk menanggulangi dampak pandemi covid-19 ini, ada 14 inovasi yang dikembangkan  antara lain pertama menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) tentang Area Bebas Rokok  untuk melindungi kesehatan masyarakat dari asap rokok, kemudian yang kedua menyiapkan Balai Isolasi mandiri bagi warga yang baru datang dari luar daerah reaktif maupun positif covid-19, memberikan sembako kepada warga yang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun dari hasil karya UMKM desa Kuripan tanpa menyentuh dengan tangan, Membuat Peraturan Desa tentang penggunaan produk  lokal unggulan Desa, agar seluruh instansi yang ada di Desa Kuripan jika mengadakan acara  wajib menggunakan produk lokal hasil UMKM Desa Kuripan, berikutnya pembentukan kelompok Wanita tani untuk memanfaatkan tanah pekarangan sekitar rumah untuk ditanami berupa tanaman sayur mayur baik dalam bentuk polybag maupun hydroponik , pembentukan rumah Sampah Kuripan Lestari dalam mengelola sampah, membuat Kampung Motor GP dalam rangkain menyambut event Gelaran Motor GP 2021, Menyelenggarakan lomba RT Sehat dan gerakan jum’at bersih, Menerbitkan Perdes tentang Dendeq Merariq Kodeq (GAMAK) dan menyiapkan call center 24 jam  untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Kuripan.

Di tempat yang sama Asisten I Drs. Agus Gunawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada 5 Desa yang mewakili Lombok Barat untuk berkompetisi dalam Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi NTB, 3 Desa dalam wilayah hukum polres Lombok Barat dan 2 Desa dalam wilayah hukum Polresta Mataram.

” Mudah-mudahan dari 5 wakil Lombok Barat Insya Allah ke 5 nya bisa nominasi 5 besar di Lomba Kampung Sehat Tingkat Provinsi NTB.” Ungkapnya optimis.

Karena sesuai dengan perintah Bupati Lombok Barat harus All Out karena tujuannya bukan hanya mengejar juara tetapi yang paling penting adalah bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan covid-19 ini.

“Dengan Lomba Kampung Sehat ini tingkat partisipasi masyarakat dalam pencegahan covid-19 ini terbukti meningkat.” Terangnya.

Agus juga mengungkapkan bahwa pola Lomba kampung sehat ini akan terus di kembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat karena setiap tahun mengadakan Lomba Desa.

“Tahun depan dengan mengadopsi  indikator Lomba Kampung Sehat Pemerintah Lombok Barat akan mengadakan Lomba Desa yang disebut dengan Lomba Desa Mantap.” Ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Lomba Kampung Sehat Tingkat Provinsi Joko Jumadi mengatakan Desa Kuripan ini adalah Desa yang ke 19, hari ini penilaian yang sifatnya lebih kepada verifikasi dan Validasi terhadap yang sudah dipaparkan dan verifikasi terhadap temuan-temuan di lapangan karena sebelumnya tim penilai sudah berkeliling di Desa Kuripan.

Joko menambahkan bahwa Ini bukan sekedar lomba karena kalau hanya berhenti pada lomba maka sampai hari ini selesai tetapi apa yang sudah terjadi pada kegiatan lomba kampung sehat ini bisa diteruskan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, itu  menjadi budaya yang melekat dimasyarakat karena hanya itu saja yang bisa dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Selain itu Joko menyampaikan pesan Kapolda bahwa “Lomba Kampung Sehat ini tidak selesai sampai di sini setelah Kampung Sehat ini selesai ada lagi lomba Kampanye Sehat waktunya sampai tanggal 5 Desember dan setelah 5 Desember ada penilaian lanjutan Lomba Kampung Sehat akan dilakukan penilaian secara tertutup, mana desa-desa yang masih konsisten menerapkan protokol covid-19 sebagaimana indikator-indikator di dalam penilaian kampung sehat.” Ungkapnya.

” Bagaimana kemudian perilaku hidup bersih dan sehat yang sudah terbentuk selama penilaian Lomba kampung sehat ini bisa terus dilanjutkan sampai menjadi perilaku hidup sehari-hari.” Terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rektor Universitas NU NTB Terus Kaji UU Omnibus law Bersama Mahasiswa

Tue Oct 27 , 2020
Mataram – Gelombang penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja mendapatkan atensi serius dari berbagai pihak.Atensi tersebut datang langsung dari bidang kajian Study Ekonomi dan Bisnis lewat diskusi publik Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law). Kegiatan ini digelar bersama berbagai tokoh masyarakat, tokoh pemuda , mahasiswa, di salah satu hotel di kota […]