Jaga Imun di tengah Pandemi, Warga Kampung Sehat Desa Moyo Hasilkan Minuman Herbal SI JANTAN

Sumbawa – Kelompok warga kampung sehat “Rabbani Balong Niat” Desa Moyo Kabupaten Sumbawa berinovasi menghasilkan minuman Herbal instan Si Jantan (Jahe Instan) olahan dari tanaman obat keluarga.

Jahe Instan ini dihasilkan secara home industri untuk menjaga imunitas warga setempat dalam masa pendemi covid-19.

TP PKK Desa Moyo, Nevyta Diana mengatakan, produk Jahe Instan Si Jantan diproduksi secara Home Industri sejak awal pandemi COVID -19.

Inovasi ini muncul karena terbatas waktu beraktifitas warga dan lebih banyak stay at home atau diam di rumah sehingga ibu-ibu yang tergabung dalam TP PKK Desa Moyo membuat jamu instan yang bahan-bahannya mudah didapati.

“Jahe instan ini diproduk atas disupport dari Puskesmas dan Dikes Sumbawa”, ujar Nevyta Diana.

Dipaparkan Nevyta, Si Jantan diolah dengan bahan yang sangat mudah didapatkan dari Tanaman obat keluarga atau toga, seperti jahe, sereh, kayu manis, cengkeh, dan gula pasir.

Adapun manfaatnya antara lain, menurunkan kolestrol, menangkal infeksi, bakteri, dan anti virus, anti mual, mengatasi gangguan pencernaan, meningkatkan fungsi otak, meredahkan nyeri otot, mengurangi sakit saat mensturasi, meringankan gejala arthritis serta menangkal kanker, terangnya.

pemasaran awal secara door to door serta pada sejumlah toko-toko dalam kota Sumbawa. disamping itu juga melalui medsos, Facebook, instagram. bahkan melalui teman-teman yang berdomisili di Jakarta dan Surabaya sehingga Si Jantan bisa dipasarkan disana, ujar Nevyta.

Melalui produk Jahe Instan ini, masyarakat Desa Moyo khusunya yang tergabung dalam Kelompok Rabbani Balong Niat cukup terbantu secara ekonomi. Bahkan hasil penjualnya sebagain bisa digunakan untuk kegiatan sosial seperti membagikan masker gratis kepada masyarakat setempat.

Untuk mendapatkan Si Jantan, bisa langsung datang ke Desa Moyo atau menggubungi nomor Hp ibu Nevyta 085338653223. Harganya sangat terjangkau, Rp. 12.000 per sachset dalam kemasan 125 gram, tandas Nevyta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jurnalis Dipukul Bahkan Ditangkap Saat Meliput Demo UU Cipta Kerja

Fri Oct 9 , 2020
Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum Pers mencatat ada tujuh jurnalis menjadi korban kekerasan anggota Polri dalam unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di Jakarta, 8 Oktober 2020. Jumlah ini bisa bertambah dan kami masih terus menelusuri dan memverifikasi perkara. Jurnalis CNNIndonesia.com Tohirin, ia […]