Hand Sanitazier Buatan NTB Resmi Miliki Izin Edar Kemenkes RI


Mataram – Industrialisasi di Provinsi NTB terus menggeliat. Meski di tengah masa pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat tetap produktif dan aktif mengembangkan produknya. Kualitas dan keamanan produk juga menjadi perhatian utama. Ikhtiar para UMKM ini didorong penuh oleh program unggulan Industrialisasi pemerintah Provinsi NTB.

Seperti produksi pembersih tangan (hand sanitizer) oleh sejumlah UMKM lokal yang kini telah resmi memiliki izin edar sesuai Peraturan Menteri Kesehatan R.I Nomor 62 Tahun 2017 Tentang Izin Edar Alat Kesehatan
Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro Dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.
“When there is a will there is a way. Dimana ada kemauan disitu ada jalan,” ungkap Dr. Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, saat memberikan bantuan alat permesinan di Science, Technology and Industrial Park (STIPark) NTB, pada Rabu (23/8) lalu.

Sejumlah merek pembersih tangan yang telah mendapatkan izin edar tersebut di antaranya, Ingez Hand Wash dan Ingez Hand Sanitizer yang diproduksi oleh CV Dewani dan ABA Hand Sanitazier Antiseptic yang diproduksi oleh PT. Crystal Prima Indonesi. Brand – brand tersebut merupakan brand lokal asli NTB dan persetujuan izin edarnya akan berlaku sampai dengan 07 Juni 2025.

Menggunakan produk pembersih tangan yang telah memiliki izin edar resmi dari Kemengkes RI merupakan hal yang penting. Hal tersebut karena Produk pembersih tangan merupakan produk yang masuk dalam kelompok perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) sesuai dengan Kebijakan terkait ijin edar PKRT mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No.1190/Menkes/Per/VIII/2010 tentang izin Edar.

Adanya izin edar pada produk pembersih tangan juga memberikan rasa percaya dan tenang pada konsumen. Seperti yang diungkapkan Rohan salah seorang pedagang yang rutin membeli pembersih tangan untuk dijual di tokonya. Perempuan kelahiran Lombok Timur tersebut mengaku, konsumen biasanya akan membeli produk yang sudah terjamin keamanannya. Dan ia mengungkapkan cukup bangga, bahwa NTB memiliki produk pembersih tangan yang sudah memiliki izin edar.

“Kalau sudah ada izin edarnya seperti ini kami yang jual merasa lebih percaya diri. Yang beli juga pasti lebih tenang,” tuturnya.

Hal tersebut diamini oleh salah seorang konsumen pembersih tangan rutin di tokonya, Ulvianika Estatia, seorang mahasiswi tingkat akhir di Akademi Perawat Kesehatan NTB. Ul panggilan akrabnya menuturkan, kalau tidak ada izin edar ia mengaku takut membeli produk pembersih tangan. Karena tidak ada yang menjamin keamanan produk tersebut sehingga dapat membahayakan penggunanya.

“Kalau sudah ada izin edarnya kan lebih aman. Kita jadi gak takut kalau produknya dicampur bahan berbahaya. Kita jadi gak ragu beli produk lokal. Hebat-hebat produk lokal NTB sekarang. Keren!” ungkap Ul.

Baiq Nia Patasari asal Lombok Tengah, Alumni Universitas Mataram tersebut memaparkan, dengan dimilikinya surat izin edar, hal tersebut membuktikan bahwa UMKM lokal di NTB sudah mulai serius dan siap bersaing dengan produk pabrikan lainnya.

“Dengan adanya izin surat edar ini maka produk lokal kita bisa disandingkan dengan percaya diri bersama produk-produk pabrikan lainnya. Ini kemajuan industri kita yang luar biasa. Pelan tapi pasti kita bisa bersaing!” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Menkominfo : Pembangunan Infrastruktur TIK Mandalika Jadi Prioritas

Thu Sep 24 , 2020
Lombok Tengah – Usai meninjau langsung Miniatur Circuit Mandalika di KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengikuti rapat koordinasi dukungan pembangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah pariwisata super prioritas Provinsi NTB. Kegiatan berlangsung di Novotel Resort and Villas, […]