Wali Kota Surabaya Risma Suport Penuh Program PTLS

Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Jawa Timur, Ir. Jonahar serta melakukan penandatanganan secara simbolis dokumen Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh para lurah di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sedap Malam, Selasa (22/9/2020).

Acara tersebut diawali dengan penandatanganan dokumen oleh sembilan kelurahan. Di antaranya, Kelurahan Bulak, Kedung Cowek, Mojo, Kalijudan, Manyar Sabrangan, Rungkut Kidul, Kali Rungkut, Gebang Putih dan Tenggilis Mejoyo.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Jawa Timur, Ir. Jonahar mengatakan, program ini diberi nama Tri Juang. Dimana melibatkan tiga unsur, yakni pertahanan, kelurahan dan kabupaten atau kota. Program tersebut merupakan bentuk pendataan tanah per bidang di setiap kelurahan se-Surabaya.

“Hal tersebut berfungsi untuk mengetahui dan mengindentifikasi status tanah milik siapa termasuk unsur geografisnya. Jadi misalnya kalau kita melempar batu kemudian jatuh dititik koordinat mana, itu sudah ada datanya dan semuanya jelas. Apakah itu sengketa atau tidak,” kata Jonahar.

Jonahar menjelaskan, dari situlah semua bidang tanah harus dipetakan. Mulai dari tingkat desa per desa, kemudian kelurahan menyambung menjadi kecamatan. Selanjutnya, kecamatan menyambung menjadi kabupaten, kabupaten menyambung lagi menjadi provinsi, hingga provinsi menjadi Indonesia.

Sementara itu, kata Jonahar, untuk mekanisme pendataan, nantinya jajaran dari kelurahan akan turun bersama dengan petugas BPN untuk mengidentifikasi wilayah tersebut. Namun begitu, pihaknya berharap agar upaya ini bisa segera disosialisasikan. “Agar pendataan ini dapat segera diketahui oleh warga yang tersebar tiap-tiap kelurahan,” harap dia

Senada dengan itu, Wali Kota Risma mengatakan, selama ini pihaknya bersama jajarannya mendukung penuh berbagai upaya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Apalagi, selama ini hubungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Kantor BPN I dan II dinilai baik dan saling mendukung.

“Jadi mungkin hubungan paling baik di Indonesia adalah Surabaya. Jadi kalau BPN membutuhkan sesuatu akan kami bantu,” kata Wali Kota Risma.

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan, sebenarnya dalam menangani aset Pemkot Surabaya selama ini bisa dibilang rumit. Apalagi status tanah tersebut milik perorangan. Namun begitu, Wali Kota Risma memastikan akan berusaha semaksimal mungkin membantu dengan melibatkan lurah-lurah se-Surabaya.

“Tentu tanah perorangan itu pengawalannya tidak seketat tanah aset pemerintah kota. Tapi permasalahan seperti itu rupanya juga terjadi di berbagai kota besar,” ungkapnya.

Wali Kota Risma berharap, sinergi dan hubungan yang harmonis ini akan terus terjalin dengan baik sampai kapanpun. Di kesempatan yang sama, ia pun menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dilaluinya bersama rekan-rekan BPN I dan II. “Staf kami pun ada yang di sana (BPN I dan II) untuk membantu. Jadi kami pastikan akan terus membantu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Apel Gelar Pasukan dan Patroli Show Of Force , Polres Sumbawa Siap Melakukan Pengamanan Tahapan Pilkada

Tue Sep 22 , 2020
Sumbawa Besar – Pemilihan bupati dan Wakil bupati di Kabupaten Sumbawa sudah didepan mata, tepatnya pada tanggal 23-24 September 2020 nanti akan di gelar penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa yang selanjutnya akan disusul dengan pengundian nomor bagi para pasangan calon, menyambut salah satu agenda besar pilkada ini, […]