Masa aksi bentrok dengan aparat saat tak ditemui Gubernur NTB

Mataram – Setelah melakukan aksi di depan gedung Kantor Dinas Perdagangan NTB, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina melanjutkan kegiatan demonstrasi ke depan gedung gubernur NTB, senin, (24/08/2020).

Setibanya di depan kantor gubernur NTB masa aksi langsung melakukan orasi secara bergiliran yang di mana di mulai dengan orasi yang disampaikan oleh Safti Juliadi selaku korlap 2 masa aksi dari Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina. Hampir senada dengan yang disampaikan di depan kantor dinas perdagangan NTB.

Safti mengatakan, jika dalam amanat pembukaan undang-undang dasar 1945 ditegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Maka pada hakikatnya, kerjasama yang terjalin antara NTB dan israel merupakan suatu kezaliman yang dilakukan secara tidak langsung kepada rakyat Palestina.

Lebih lanjut Arif Rahman selaku ketua KAMMI cabang Mataram juga menegaskan.
Demi segenap jiwa dan raga, kami siap melawan segala kebijakan yang sekiranya bertentangan dengan apa yang seharusnya negara ini lakukan untuk Palestina.

“Kami ingin gubernur NTB mengklarifikasi dan angkat bicara terhadap kasus ini. Bukan hanya diam dan sembunyi di balik meja. Tolong temui kami, tolong berbicara di depan kami, dan tolong klarifikasi serta yakinkan kami apabila dinas perdagangan melakukan tindakan ekspor tersebut maka copot dia dari jabatannya, ” Harapnya berorasi.

Hampir satu jam lebih masa aksi bergiliran untuk ber orasi di depan gedung kantor gubernur, namun mereka belum juga ditemui oleh Gubernur NTB. Hal tersebut memancing emosi masa aksi dan mulai melakukan tindakan dorong mendorong dengan aparat kepolisian dan pol pp di depan gerbang kantor gubernur NTB untuk masuk secara paksa.

Sebelumnya, salah seorang Kabag sebagai perwakilan Gubernur juga datang untuk menerima serta menanggapi tuntutan masa aksi, namun masa aksi menolak, begitu juga akan diterima oleh Karo Humas, masa aksi pun tetap menolak. Mereka hanya mau ditemui oleh Gubernur langsung. Aparat kepolisian juga sempat menegaskan jika pak Gubernur tidak ada di kantor, sedang ada kegiatan di luar.

Namun Masa aksi tidak percaya dengan alasan yang dilontarkan aparat kepolisian tersebut, mereka terus meminta agar gubernur dihadirkan di depan mereka.

“Kalau memang pak gubernur tidak ada di dalam, maka izinkan kami masuk mencari sendiri, ” Desak masa aksi.

Saat Negosiasi sedang berlangsung, seorang demonstran loncat gerbang dan masuk ke dalam lalu anggota pol pp berupaya mengeluarkan masa aksi yang loncat tersebut. Situasi saat itu mulai semakin memanas dan masa aksi terus saling dorong mendorong dengan aparat kepolisian dan pool pp provinsi NTB.

Berulang kali tindakan saling dorong mendorong dilakukan antara masa aksi dengan aparat. Namun tetap masa aksi gagal untuk masuk ke kantor gubernur. Menindak kekecewaan yang dilakukan oleh Gubernur dan aparat, Deky Setiawan selaku ketua PW KAMMI NTB mengarahkan masa aksi untuk melempari baliho Gubernur dan wakil gubernur NTB yang berada di depan gerbang kantor gubernur dengan tomat.

“Ini adalah salah satu dari bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah dan aparat, ” Ungkap Deky

Tidak sampai di sana, selain melempari foto gubernur dan wakil gubernur dengan tomat masa aksi juga merobek baliho tersebut. Setelah masa aksi melakukan pensobekan terhadap baliho tersebut, situasi tidak bisa dikendalikan lagi, situasi benar-benar memanas di mana masa aksi dan aparat melakukan bentrok fisik secara langsung.

Bentrokan antara masa aksi dan aparat pun tak terhindarkan dan berlangsung cukup lama, hingga aparat memaksa masa aksi untuk segera meninggalkan tempat dan menghentikan demonstrasi.

Masa aksi akhirnya membubarkan diri setelah melakukan pernyataan sikap atas kekecewaan mereka terhadap tindakan aparat yang mereka anggap represif dan sikap Gubernur NTB yang kecut tak mau menemui mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Oknum anggota Sat Pol PP Pemprov NTB halangi Wartawan saat bertugas

Mon Aug 24 , 2020
Mataram, Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya, Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina di Kantor Gubernur NTB, Senin (24/08/2020) berujung ricuh. Bentrokan massa aksi dan aparat pun tak terhindarkan. Tak hanya itu, sikap represif oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB yang menghalang-halangi tugas […]