Kapolres Lombok Timur ajak masyarakat bijak ber-Medsos sambut adaptasi kebiasaan baru

Lombok Timur – Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sintario, S.IK, MH., melaksanakan sholat magrib berjamaah di Masjid Kiblatul Muttaqin Dusun Joga, Desa Lenek Daya, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Senin (12/08/2020). Usai sholat, kapolres kemudian bersilaturahmi bersama para jamaah dan memperkenalkan dirinya.

Kepada para jamaah, kapolres menyampaikan, saat ini perkembangan zaman sangatlah pesat terutama perkembangan informasi melalui media sosial, sehingga masyrakat harus pintar dalam membedakann dan menanggapi perkembangan zaman, jangan sampai negara sudah aman ini menjadi seperti negara-negara timur tengah yang sampai saat ini masih perang.

Untuk itu, ia menghimbau kepada jamaah masjid terutama masyarakat Desa Lenek Daya untuk bijak dalam menggunkan medsos, jangan mudah percaya kepada berita-berita hoax atau berita yang belum tentu kebenaranya.

Selain itu, mantan kapolres Sumbawa ini, juga menyampaikan, bukan hanya di Indonesia bahkan dunia masih disibukkan dengan wabah covid 19, sampai sekarang masih belum di temukan vaksin untuk virus ini, setiap negara ataupun wilayah berbeda-beda dalam menangani virus covid 19. Menurut para pakar dengan mengunakan cara yang berbeda-berbeda antara lain : lockdown, PSBB, karantina mandiri, dan lain-lain. Setelah beberapa waktu cara-cara tersebut telah dilakukan namun oleh para pakar dinilai kurang efektip karna pertimbangan sosial, ekonomi, pembangunan dsb, sehingga saat ini para pakar di dunia saat ini menggagas konsep “Era New Normal” yaitu di Indonesia diistilahkan sebagai Adaptasi Kebiasan Baru.

Konsep ini saat inilah yang digelorakan oleh seluruh umat didunia. Dan negara-negara yg ada didunia ini pasti akan menyikapi konsep tersebut dengan cara atau teknis yang berbeda-berbeda.

Lanjutnya, saat ini di Indonesia dalam menyikapi konsep ini adalah dengan menggelorakan perlombaan Kampung Tangguh. Program ini dimulai dari kampung karna seluruh umat manusia yg ada didunia ini asal tinggalnya adalah di kampung-kampung bahkan di monas ibukota Jakarta juga namanya kampung supaya seluruh masyarakat berdasarkan wilayah disegala penjuru tanah air semuanya bisa ikut serta tanpa terkecuali. 

“Di Provinsi NTB ini Kampung Tangguh ini di Implementasikan oleh Bapak Kapolda NTB Bapak Irjen Pol Muhammad Iqbal, SiK, MH dan telah disetujui oleh Bapak Gubernur NTB dan Bapak Danrem NTB lebih spesifik lagi menjadi Lomba Kampung SEHAT,” jelasnya.

Arti dari kata sehat itu sendiri berarti, jelasnya, Steril kampung tersebut bisa survive untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, yang zona merah jadi kuning, kuning bisa jadi hijau.

“Tangguh dalam segala hal, apabila ada bencana dapat survive melengkapi sarana prasarana nya sendiri untuk kepentingan masy didesanya. Dari masyarakat untuk masyarakat sendiri. Mari kita satukan bangsa ini dengan  sama-sama memerangi covid19 dengan selalu menjaga jarak menggunakan masker, Dan mencuci tangan sesuai dengan kebijakan dan anjuran pemerintah,” pungkasnya. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Lanal Mataram ikut berpartisipasi di acara donor darah dalam rangka HUT ke 4 Hotel Aruna Senggigi

Thu Aug 13 , 2020
Senggigi, Lombok Barat – Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., menghadiri rangkaian kegiatan HUT Hotel Aruna Sengigi yang melaksanakan donor darah. Kamis (13/8/2020). Lanal Mataram yang turut berpartisipasi dalam aksi sosial donor darah yang di gelar pihak Hotel Aruna Sengigi pada hari Rabu pagi tanggal 12 Agustus 2020. […]