‘Tri Musketeer’ kopi ala Wangi Wangi Coffee House, karena kopi itu miliki ratusan rasa

GET MORE |Apakah anda masih mencari kopi yang tepat untuk mengekspresikan diri anda?. Meskipun berbahan dasar sama, perbedaan cara penyajiannya tentu akan membuat rasa kopi berbeda juga. Aneka ragam sajian tersebut mungkin menggiurkan dan membuat anda ingin mencicipinya satu-satu.

Cara menikmati minuman yang diseduh dari biji ajaib ini pun bermacam-macam. Saat ini kita mengenal beberapa jenis-jenis minuman kopi yang sering disajikan di kedai-kedai kopi yang berbasis espresso Espresso seperti Ristretto, Lungo, Doppio, Americano, Long black, Latte, Cappuccino, Macchiato, Mochaccino, Affogato, Con panna dan Black eye.

Selain minuman berbasis espresso, ada pula beberapa jenis minuman kopi yang dibuat secara manual. Berikut adalah macam-macam manual brew seperti Kopi tubruk, Pour over, Vietnam drip, Plunger atau press, Vacuum, Moka pot dan Cold brew.

Ekplorasi varian rasa kopi ini dengan berbagai macam cara pembuatannya seperti tak pernah habis, karena kopi memiliki puluhan bahkan ratusan varian rasa ungkap Qwadru seorang pegiat kopi di Mataram, Lombok.

Melalui Wangi Wangi Coffee House miliknya, pria penggemar fotography ini menawarkan tiga varian rasa baru untuk para pencinta kopi dan untuk mereka yang masih ‘malu-malu tapi pengen’ merasakan nikmat kopi.

Ketiga varian rasa kopi itu antara lain Flavoured Cold Drip, Soy Coffee dan Cloudy Honey Coffee.

Flavoured Cold Drip

Racikan kopi ini diseduh dengan cara metode tetes perlahan-lahan menggunakan alat Dripper. Ditambah syrup khusus, hasilnya sebuah citarasa kopi yang ringan (light) dengan rasa benar-benar unik namun pas di lidah.

“Aroma kopinya pun masih kuat,” kata Purwanto, salah seorang penikmat kopi yang kebetulan menjadi pelanggan tetap di Wangi Wangi Coffee House yang konsen dalam pengembangan kopi lokal NTB.

Untuk membuat secangkir kopi FCD, Qwadru, yang juga membuka kedai kopinya yang dilabeli Wangi Wangi De Ngupi ini mengatakan, awalnya bubuk kopi diseduh dengan metode cold drip selama dua jam. Setelah itu langsung diracik dengan memberikan sedikit Flavoured, kopi baru disajikan dengan kondisi dingin.

“Karena penyajiannya harus dalam kondisi dingin, makanya kami beri nama Flavoured Cold Drip,” jelasnya. Saat ditanya kenapa harus dingin, Qwadru mengatakan karena rasa yang ditimbulkannya akan lebih terasa saat disajikan dalam kondisi dingin.

Soy Coffee

Soy (Kedelai) seringkali menjadi bahan campuran dalam mengolah kopi dibeberapa daerah di Indonesia.

“Setelah mencoba beberapa formula campuran bahan-bahan yang cocok agar mampu memunculkan citarasa yang baik, kedelai memang memiliki karakter tersendiri yang bisa menambah nikmat rasa kopi,” ungkap Qwadru.

Ia-pun akhirnya memadukan komposisi kedelai dengan menggunakan susu kedelai dan kopi.

Racikan Soy Coffee ini ditambah lagi gula aren untuk menimbulkan rasa manis alami serta susu fullcream. Dengan komposisi yang tepat antara campuran kopi dengan susu kedelai dan susu fullcream serta gula aren menghasilkan citarasa yang menyegarkan.

“gk ngerti lg sih ini.. tiga² nya enak bgt ini Om Qwadru P Wicaksono .. yg gk suka olahan kedelai kyk sy aja jd bs suka “soy coffee” nya 😁 thanks bonus juice Mangga nya Om..next mampir lg 🤩,” ungkap Rina Amelia salah seorang penikmat kopi di akun medsos-nya.

“selalu juara sih coffee² nya @wangiwangi_cfd..soy coffee nya enak, cold drip nya gk usah di tanya lg.. and thanks bonus juice Mangga nya om hehe🤩,”

Cloudy Honey Coffee

Namanya sudah terdengar seksi, Cloudy Honey, kopi yang satu ini dibuat dengan campuran susu dan madu lalu ditumpahkan kedalam gelas berisi kopi yang diseduh dengan metode seduh cold drip.

Tampilannya yang membentuk gumpalan awan begitu menggoda, tak heran kalau akhirnya diberi nama Cloudy Honey. Dengan rasa kopi yang tetap mendominasi namun saat di lidah, lembut susu dan madu membalut kental kopi sehingga menghasilkan rasa yang unik.

“Rasanya unik, lumeran susu dan madunya membuat rasa kopi nya makin, ah pokoknya enak.” ungkap Tam salah seorang pelanggan setia Wangi Wangi Coffe House saat mencicipi Cloudy Honey.

“Satu jenis bisa menghasilkan ratusan rasa kopi, dan CHC ini merupakan salah satu varian rasa dari kopi punik asal Sumbawa dari empat rasa yang baru kami cicipi,” kata Om Qwadru.

Menurut dia, tak ada bahan berbeda pada kopi, hanya saja ada perlakuan berbeda pada saat panen, proses pasca panen, proses roasting dan metode seduh.

“Perlakuan yang tepat pada saat panen, pasca panen, proses roasting dan metode penyeduhan itulah yang membuat kopi itu nikmat,” pungkas Qwadru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kenali Adat Asli Suku Sasak Lombok di Desa Sade

Sun Aug 9 , 2020
Lombok Tengah – Lombok di kenal dengan ragam keindahan Destinasi Wisata dan kecantikan budaya yang sering disorot oleh Wisatawan Luar maupun dalam negri seperti salah satu tempat Budaya yakni Desa Sade, (9/8). Sade yang dulunya merosot pengunjung, namun dimasa pandemi wisata sade semakin berkurang Kampung Sade terletak di Rembitan, Pujut, […]