Peran Lanal Mataram Implementasikan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020

Presiden Joko Widodo belum lama ini telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. 

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, SH., menjelaskan, Inpres tersebut dikeluarkan untuk menegaskan dan memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa protokol kesehatan merupakan hal yang serius untuk dipatuhi. 

“Karena itu mari kita bersama-sama mendukung usaha pemerintah tersebut yang telah mengambil langkah yang lebih serius dalam upaya untuk menegakkan protokol kesehatan,” ujar Danlanal.

Menurut Danlanal, dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 6 tahun 2020 tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas kehidupan masyarakat terutama roda perekonomian. 

“Inpres ini adalah sebagai bentuk upaya pemerintah untuk memulihkan kembali aktivitas kita, roda perekonomian masyarakat dengan meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” jelas pria kelahiran Banyumas Jawa Tengah ini.

Inpres tersebut, tambah Kolonel Suratun, juga sebagai upaya untuk memadukan kesepakatan dari bermacam elemen-elemen masyarakat, serta mengabsahkan pemerintah daerah dalam menentukan sanksi dan penindakan dengan menggunakan kearifan lokal.

“Dengan Inpres ini kita, TNI juga bisa persuasi dengan kampanye menggunakan masker besar-besaran serta ikut menegakkan aturan di lapangan, bersama dengan POLRI dan pemda,” terangnya.

Disiplin

Penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di tengah masyarakat. Penyebaran COVID-19 yang berkelanjutan dapat memicu dan memperburuk berbagai permasalahan sosial-ekonomi. Kepatuhan dan kedisplinan dalam penerapan protokol kesehatan menjadi salah kunci penanganan COVID-19.

“Disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan merupakan kunci penting dalam pengendalian penyebaran virus Corona (Covid-19),” kata Danlanal Mataram.

Terkait peran Lanal Mataram dalam meng-implementasikan Inpres nomor 6 tahun 2020, yaitu Pendisiplinan dan Penegakan Hukum, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Mataram Kolonel Laut (P) Suartun, SH., mengatakan bahwa pihaknya aktif bersinergi bersama TNI Polri dan Pemerintah Daerah dalam melakukan pendisiplinan serta penegakan hukum kepada masyarakat dalam penerapan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Ada tiga disiplin yang harus dilakukan, yakni disiplin memakai masker, disiplin mencuci tangan serta disiplin menjaga jarak,” jelasnya, “ Dan kalau kita bisa melaksanakan ke-tiga disiplin itu, menurut keyakinan saya, penyebaran virus Covid-19 ini bisa dikendalikan,” tambahnya.

Lanal Mataram dalam penerapan protokol kesehatan sesuai inpres nomor 6 tahun 2020 juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengerti tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) ke tengah masyarakat untuk mengkampanyekan disiplin penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Danlanal juga menegaskan bahwa peran personel Lanal Mataram yang dilibatkan dalam pendisiplinan protokol kesehatan disesuaikan dengan rancangan operasi yang dibuat oleh Pemda masing-masing.

“Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di daerah pesisir, seperti yang disampaikan oleh KASAL, telah mengarahkan tugas tersebut kepada Babinpotmar. Hal ini dilakukan guna membuat masyarakat terbiasa dengan pematuhan protokol kesehatan,” ujar Suaratun.

Selanjutnya, Danlanal mengatakan bahwa Ia mendukung sanksi sosial yang diberlakukan oleh Pemda dalam penegakkan protokol kesehatan pada masyarakat. 

“Kadang-kadang sanksi sosial yang diberlakukan oleh Pemda itu malah lebih disegani dan dilaksanakan oleh masyarakat setempat,” ucapnya.

Danlanal juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan bahasa daerah. 

“Poro sedoyo, babaturan, tong hilap nya, ojo lali 3M. Cuci tangan, pasang masker, jaga jarak. Matur suwun,” pungkasnya.

Ketahanan Pangan

Kulihat ibu pertiwi, sedang bersusah hati…”

Potongan lirik lagu berjudul Ibu Pertiwi itu dirasa tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia sekarang ini. Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak bulan Maret mengganggu banyak sekali sektor-sektor yang menyokong kehidupan masyarakat, termasuk diantaranya sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi sorotan karena memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan nasional. Tentunya pada masa pandemi yang sulit seperti sekarang ini ketahanan pangan menjadi sesuatu yang harus diupayakan untuk menghindar dari krisis pangan yang seakan menghantui Indonesia.

Meskipun menurut data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik Kementrian Pertanian stok pangan nasional diprediksi akan mengalami surplus hingga bulan Juni 2020, namun hal ini bukan berarti bahwa Indonesia serta merta terbebas dari ancaman krisis pangan yang bisa terjadi dimasa mendatang. Ditambah lagi, masa pandemi COVID-19 yang belum pasti akan berakhir kapan memiliki dampak yang sangat terasa di bidang pertanian.

Menyikapi kondisi tersebut, selain melaksanakan pendisiplinan dan penegakan hukum, Lanal Mataram juga melakukan kegiatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan setiap lahan kosong di internal Lanal Mataram maupun di wilayah binaan Posmal maupun Posmat serta pemberdayaan masyarakat dengan membuat program Kampung Bahari Nusantara yang digagas oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) seperti yang dilaksanakan di wilayah Desa Lembuak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Sesuai arahan KASAL, pada acara Panen Raya dan Pencanangan Kampung Bahari serta membentuk berdirinya Bintara Potensi Maritim (BABINPOTMAR), Rabu (5/8/2020) yang diikuti Lanal Mataram secara Daring melalui Video Conference (Vicon). Lanal Mataram membentuk Babinpotmar di setiap Posal dan Posmat yang ada di wilayahnya.

Dijelaskan oleh KASAL dalam kegiatan tersebut maksud dan tujuan dibentuknya BABINPOTMAR diseluruh Posal.

“Pembentukan Babinpotmar dengan maksud dapat mengimplementasikan kegiatan pembinaan yang berkaitan dengan potensi maritim,” jelas KASAL.

“Kedepan Babinpotmar dapat bekerja sama dengan Babinsa (Badan Pembinaan Desa) TNI AD serta Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) POLRI,” tambah Laksamana TNI Yudo Margono.

“Tujuannya adalah agar mereka dapat bersama sama mengamankan wilayah tersebut serta dapat mensejahterahkan masyarakat terutama yang berada di pesisir,” Tegasnya.

Pencanangan program pemanfaatan lahan kosong dengan mengembangbiakkan ikan, penanaman jagung serta sayur mayur di lahan kosong yang dimiliki Lanal Mataram maupun di lahan kosong di rumah anggota diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat khususnya di internal Lanal Mataram dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Dalam masa pandemi ini pemerintah telah memberlakukan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah, masyarakat juga diminta untuk mengurangi kontak fisik dan melakukan pekerjaan dari rumah. Hal ini dapat berpengaruh pada produksi, distribusi, dan juga konsumsi pangan,” kata Danlanal.

Sarana untuk melakukan distribusi pangan menjadi terbatas sehingga terjadi kurangnya produktifitas pangan. Selain itu, dengan pola hidup masyarakat yang berubah, otomatis permintaan masyarakat sebagai konsumen pangan juga berubah. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan harga-harga pada produk pangan. Salah satu contoh nyata yang dapat dilihat adalah ketika kebanyakan restoran dan kafe ditutup, maka permintaan bahan pangan pun menurun.

“Akhirnya, bahan pangan yang sudah terlanjur diproduksi dalam jumlah besar mengalami penurunan nilai jual. Banyaknya UKM yang akhirnya harus gulung tikar di tengah situasi pandemi serta banyaknya pekerja yang dirumahkan juga berpengaruh pada akses ekonomi masyarakat terhadap pangan dimana daya beli yang dimiliki masyarakat pun menurun,” ungkap Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun.

Menurut alumni AAL tahun 1992 ini, dengan pemanfaatan lahan kosong yang ada untuk menanam beragam jenis kebutuhan pangan masyarakat, selama masa pandemi ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat atas kebutuhan pangannya.

“Jadi, untuk mengurangi dampak krisis pangan dimasa pandemi ini, masyarakat harus pandai menggunakan sumberdaya yang ada, seperti lahan kosong dipekarangan rumah, kalau tidak ada bisa dengan sistim hidroponik,” jelasnya.

“Dalam masa pandemi seperti ini, masyarakat harus lebih kreatif dan bisa berkreasi untuk mengakali situasi yang ada. Termasuk halnya dalam menjaga akses terhadap pangan. Masyarakat kita harapkan memiliki kesadaran untuk melakukan penanaman mandiri minimal untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ada banyak sekali cara untuk melakukan penanaman mandiri seperti misalnya urban farming dan juga melakukan penanaman dengan metode hidroponik dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada di rumah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Polda NTB Ringkus Sindikat Narkoba Antar Provinsi

Sun Aug 2 , 2020
Mataram – Empat tersangka sindikat narkoba antar provinsi kembali digulung personel Polda NTB. Keempat pelaku dengan dua kilogram lebih barang haram jenis sabu itu, diringkus Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB di dua lokasi berbeda, satu di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap. […]