Wagub : Pemprov NTB tidak menerapkan New Normal

Mataram – Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah paparkan beberapa syarat untuk menuju new normal mulai dari kriteria epidemiologi, presentase kasus positif, curva kasus positif covid-19 yang harus landai dalam tiga minggu, dari segi kesehatan, SOP, adanya fasilitas RS rujukan dan satelit, tenaga kesehatan, segi kedisiplinan, dan lainnya di NTB belum memenuhi kriteria untuk mencapai era New Normal.

Syarat new normal adalah positif rate nya di bawah 5 persen, namun dari statistik persentase positif rate perminggu di atas 5 persen, kriteria epidemiologi ada lima syarat harus terpenuhi yakni penurunan minimal 50 persen dalam 3 minggu sejak puncak, jumlah sampel positif kurang dari 5 persen selama dua pekan, mampu mengupdate 80%  kasus dari tracing contact atau daftar kontak dan dapat di kaitkan dengan klaster, apakah ada penurunan jumlah kematian, apakah ada penurunan berkelanjutan jumlah perawatan di rumah sakit dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan Pemprov NTB tidak menerapkan new normal namun penerapan new normal merupakan kewenangan dari bupati atau walikota, sehingga meminta kepada daerah harus mengkaji, telaah sebelum putuskan untuk penerapan new normal.

“Sebelum menerapkan new normal ada syarat yang harus di penuhi seperti pemaparan tadi, saya berharap para bupati dan walikota mengkaji dan telaah serta kebijakan dalam memutuskan, sebab new normal tanggung jawab penuh oleh kepala daerah bersangkutan,” tegas wagub berikan keterangan pers di posko satgas covid-19 gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis (4/6).

Sebelumnya Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyatakan tiga daerah di Pulau Sumbawa di nilai paling siap melaksanakan new normal yakni Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu mengacu pada angka positif covid-19 yang rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi mengisyaratkan kondisi saat ini berdasarkan statistik kasus semua daerah di NTB belum memenuhi kriteria terapkan new normal, dari 10 kabupaten kota hanya Dompu yang baru memenuhi satu kriteria yakni update tracing contact dari pasien positif, bahkan untuk memastikan penerapan new normal di laksanakan atau tidak oleh kabupaten/kota di NTB akan di pantau selama dua minggu kedepan terhitung mulai hari  Selasa (4/6).

“Ketika sudah dua minggu kedepan, distu kita lihat apakah perkembangan curva menurun dan positif rate di bawah 5% atau bagaimana, kita tidak tau bagaimana nantinya, baiknya kita tunggu aja,” Tutup Eka.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Salat Jumat kembali digelar di Islamic Center dengan menerapkan protokol COVID-19

Fri Jun 5 , 2020
Mataram– Mulai Jum’at (5/06/ 2020) hari ini, Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat telah dioperasikan kembali untuk pelaksanaan salat Jumat. Sekretaris Daerah Provinsi Drs. H. Lalu Gita Ariadi,M.Si mengatakan, dalam pelaksanaan salat Jumat, tentu harus menerapkan protokol Covid-19. Hal itu merajuk pada Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor […]