22 pasien usia anak di NTB, terseret kasus COVID-19

Mataram – Gugus Tugas Covid-19 NTB kembali memutakhirkan data terkonfirmasi positif pandemi dari hasil uji swab 159 sampel di 3 Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) NTB. Sebagaimana data resmi yang dirilis Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB pada Selasa (5/5), bahwa total sementara jumlah penderita kini mencapai 289 kasus. Terdapat penambahan 14 kasus baru yang membawa Kota Mataram menembus angka 100 kasus penderita, dan mengantarkannya sebagai daerah zona merah dengan jumlah kasus tertinggi di NTB.

Namun yang menggembirakan, jumlah pasien sembuh juga terus bertambah, mengejar angka terkonfirmasi positif mencapai 55 orang. Selain itu sebanyak 229 orang pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan, juga dikabarkan dalam kondisi yang terus membaik.

“Dengan adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 (delapan) tambahan kasus sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (5/5/2020) sebanyak 289 orang, dengan perincian 55 orang sudah sembuh, 5 (lima) meninggal dunia, serta 229 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB dalam keterangan tertulisnya.

Iroisnya dari data penambahan kasus hari ini, terdapat rincian pasien yang masih dalam usia anak, sehingga menambah daftar panjang pelibatan anak – anak dalam Pandemi Corona jenis baru ini. Bahkan diantaranya diketahui berusia 1 tahun yang dimungkinkan kontak erat dengan penderita sebelumnya yang memiliki riwayat klaster penularan Gowa Makassar. Karenanya Pemprov NTB berharap agar setiap masyarakat untuk saling melindungi diri, khususnya pengawasan bagi kelompok usia rentan penyakit seperti lansia dan anak – anak yang berada di daerah dengan transmisi lokal.

“Dari 289 total kasus positif Covid-19, 22 kasus diantaranya adalah anak-anak. Oleh karenanya sebagai salah satu kelompok masyarakat rentan pada masa pandemi ini diharapkan kepada masyarakat untuk dapat bersama-sama mengawasi dan membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah serta dengan kesadaran penuh mematuhi dan disiplin terhadap seluruh protokol pencegahan Covid-19,” harap Gita Ariadi dalam rilisnya.

Hingga berita ini diturunkan, data lain yang juga turut mengalami fluktuasi yakni jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 627 orang, dengan perincian 405 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 222 orang (35%) PDP selesai pengawasan atau sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.140 orang, terdiri dari 597 orang (12%) masih dalam pemantauan dan 4.543 orang (88%) selesai pemantauan.

“Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 3.652 orang, terdiri dari 2.269 orang (62%) masih dalam pemantauan dan 1.383 orang (38%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) sebanyak 54.296 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 8.293 orang (15%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 46.003 orang (85%),” ungkapnya.

Seiring dengan terus meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pemprov NTB pun semakin memperkuat strategi pencegahan termasuk melokalisasi penderita dari kontak dengan warga lain. Dengan cara melakukan tes swab kepada mereka yang berpotensi seperti ODP, PDP dan PPTG sebagai langkah antisipasi untuk mempercepat identifikasi serta penanganan kasus. Kemudian melakukan mengawasan dan isolasi ketat, serta penanganan medis yang cepat terhadap Pandemi Covid-19.

Selain itu juga, hal – hal yang menjadi perhatian Pemprov NTB yakni kasus positif Covid-19 yang membawa serta anggota keluarga dari pasien positif sebelumnya.

| andr




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Cegah COVID-19, Polisi Razia pengendara tanpa Masker dan Helm

Wed May 6 , 2020
Mataram—Berbagai upaya dilakukan kepolisian untuk menekan penularan COVID-19 di Kota Mataram, Gerak cepat dan antisipasi seolah tidak ada habisnya diupayakan seperti giat yang dilakukan Satlantas Polresta Mataram lakukan razia dan peneguran dilakukan terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker, (5/5). Sekitar pukul 16.00 wita dibantu oleh anggota Polsek Ampenan dan berkolaborasi […]