Selain PSBB ini tawaran Wagub untuk cegah penyebaran COVID-19 di NTB

Mataram – Upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dibahas dalam Rapat yang digelar dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB, Minggu (3/5).

Dalam rapat yang dihadiri oleh tiga kepala daerah yakni Walikota Mataram Ahyar Abduh, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar, Danrem 162/WB, Kapolda, Danlanal, Danlanud, Wakil Gubernur, Sekda, Kadikes, BPBD, Dishub ini Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah yang juga sebagai Ketua Satgas COVID-19 NTB menawarkan cara lain selain penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di ganti dengan Pembatasan sosial berbasis desa/dusun (PSBD) dan pembatasan sosial berbasis lingkungan (PSBL).

Yaitu Pembatasan Waktu Masyarakat Bersosialisasi (PWMB) sebagai pendukung pencegahan COVID-19 di NTB.

“Contohnya, dari pukul 06.00 WITA, masyarakat dapat bersosialisasi, bepergian mencari bahan penopang hidup dan kepentingan yang sangat mendesak. Tentunya, itu semua dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan petugas secara ketat melakukan razia masker,” jelasnya.

Sedangkan, tambah Bu Wagub, dari pukul 16.00 sd 20.00 masyarakat yang boleh bersosialisasi berada di luar rumah dibatasi, utamanya yang berumur 20 tahun sampai dengan 50 tahun, dan harus disiplin menerapkan protokol Covid-19.

“Selain PSBB, kami tawarkan Pembatasan Waktu Masyarakat Bersosialisasi. Tentunya dengan syarat, kita semua harus benar-benar melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 ini,” tegas Wagub.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Posting status bernada Provokatif, HC dijerat UU ITE

Sun May 3 , 2020
Lombok Barat – Sat Reskrim Polres Lobar melakukan pemeriksaan terhadap HC (31) warga Lingkungan Dasan Geres Timur, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (2/5), Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhafid Shiddiq, S.H.,S.I.K., mengatakan, HC diperiksa terkait postingannya di salah satu akun grup Facebook yang bernada provokatif. […]