Pemprov NTB : Sumber penyebaran COVID-19 sudah ter-identifikasi

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengkonfirmasi sudah berhasil mengidentifikasi penyebaran wabah COVID-19.

Hal ini disampaikan Gubernur NTB DR Zulkieflimansyah yang sekaligus menjadi kabar baik untuk masyarakat. Gubernur juga meminta agar masyarakat untuk sementara tidak melakukan kontak langsung dengan orang-orang yang berpotensi menjadi carrier penyebaran COVID-19 ini.

DR Zulkieflimansyah saat menjadi narasumber disalah satu program GET!TV (GETNEWS.ID)

Gubernur juga meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah sangat serius dan fokus dalam mencegah penyebaran COVID-19 ini, namun juga berhati-hati dalam melakukan tindakan yang represif.

“Jumlah di NTB ini meningkat hingga 233 orang yang sudah terindentifikasi positif Covid 19,” ungkap Gubernur Zul, Jum’at (1/5) di Mataram.

Dia menjelaskan dari jumlah tersebut, 80 hingga 90 persen berasal dari klaster Gowa. “Kita memang sudah mampu meng-indentifikasi klaster mana yang berkontribusi paling besar dalam penyebaran ini,” tegasnya.

Berdasarkan data dari pihak-pihak terkait, kata Gubernur, lebih dari 1.200 orang masyarakat NTB yang berangkat ke Gowa.

Karenanya, pemerintah daerah dengan melibatkan semua unsur terkait, terus melakukan penanganan dengan pendekatan untuk memberikan pemahaman terkait COVID-19 ini kepada masyarakat yang sudah melakukan perjalanan ke Gowa.

Kami betul-betul hati-hati melakukan pengawasan dan tes terhadap teman-teman yang masuk dalam klaster Gowa, ini tidak gampang karena memang secara fisik mereka sehat-sehat,” tuturnya.

Gubernur juga menegaskan, bahwa sosialisasi perlu dilakukan lebih masif lagi. Itu, agar masyarakat mengerti dan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk melawan COVID-19 ini.

“Memang sosialisasi terus intensif dilakukan, dan mudah-mudahan dengan tidak mengenal lelah dan dengan cara yang persuasif masyarakat mulai mengerti apa lagi di bulan puasa ini kita imbau untuk menutup masjid, tidak salat tarawih, tidak solat berjamaah kadang-kadang jadi ribut juga,” jelasnya.

Terkait masih adanya masyarakat yang melaksanakan ibadah secara berjamaah, Gubernur menyampaikan bahwa tim Gugus COVID-19 tetap melakukan tindakan pendekatan.

Salah satunya bertemu dengan tokoh agama agar menemukan jalan terbaik untuk masalah ini. Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dialami oleh dunia saat ini dengan cara tetap mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah demi kebaikan bersama.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kepergok curi pisang, pemuda ini nyaris dihakimi warga

Fri May 1 , 2020
Lombok Barat – Warga Dusun Kebon Sudak Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat, menciduk seorang pemuda berinisial MZ (23) warga asal Dusun Gontoran Desa Gontoran Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat saat mencuri pisang dikebun milik salah seorang warga, Jum’at (1/5). Sadli salah satu warga menjelaskan bahwa ia melihat […]