Kepergok curi pisang, pemuda ini nyaris dihakimi warga

Lombok Barat – Warga Dusun Kebon Sudak Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat, menciduk seorang pemuda berinisial MZ (23) warga asal Dusun Gontoran Desa Gontoran Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat saat mencuri pisang dikebun milik salah seorang warga, Jum’at (1/5).

Sadli salah satu warga menjelaskan bahwa ia melihat seseorang menebang dua tundun pisang dikebun milik tetangganya.

”Saya menayakan kepada pelaku untuk apa pisang ini, pelaku menjawab saya telah membelinya, saya curiga kemudian menelpon le milik pisang,  dan mengatakan tak pernah jual pisang,” jelas sadli.

Lebih lanjut pemilik pisang datang dan langsung mengamankan pelaku di salah satu rumah yang berdekatan dengan rumah Kepala Desa agar tidak diamuk warga.

“Saya bersama pak Kades Terong Tawah M. Waris Zainal dan warga yang lain langsung mengamankan pelaku disalah satu rumah agar tidak dipukuli warga,” ungkapnya.

Saat pelaku digeledah, ditemukan alat hisap narkoba di tas warna hitam, 1 pisau, dua tundun pisang dan satu unit motor jenis matic warna putih tanpa plat.

Saat pelaku di bawa masuk kemobil polisi sektor labuapi, masa yang geram sudah menunggu pelaku untuk dihakimi, namun dihalangi Kades.

“Saat saya bawa keluar besama pihak polisi untuk dilakukan penjemputan terhadap pelaku, tapi masa geram sudah banyak menunggu di luar, namun kita berusaha melindungi dari amukan masa,” Jelas Kades

Untuk keperluan penyelidikan pelaku MZ dan barang bukti dibawa ke kantor polisi sektor Labuapi, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

| pewarta : aziz syafroni | editor : Haekal




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rakor Mensos bersama LKKS NTB : Awasi, koreksi apabila data tidak sesuai

Fri May 1 , 2020
Mataram – Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P. Batubara meminta seluruh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di daerah masing-masing dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Hal tersebut disampaikannya dalam telekonferensi terkait potensi dan sumber kesejahteraan sosial dalam memutus mata rantai COVID-19, Jumat, (1/5). […]