Spesialis pembobol gudang ekspedisi menangis saat diringkus petugas

Mataram – Spesialis pembobol gudang ekspedisi ini menangis termehek-mehek saat diringkus tim Opsnal Polsek Cakranegara, Pelaku berinisial SH alias Coleng (35 tahun) warga Dasan Cermen, Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

‘’Pelaku kami tangkap Rabu dini hari 22 April sekitar pukul 00.30 wita,’’ ungkap Kapolsek Cakranegara, AKP Zaki Magfur di Mataram, Kamis (23/04).

Berawal dari pembobolan dengan TKP di Jalan Anggada nomor 3 Lingkungan Karang Kelebut, Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara. Pelaku masuk ke gudang milik PT Gajah Gotra Bali, modusnya, pelaku bersama dua orang rekannya melompati gerbang gudang merusak terpal penutup truk dan mengambil 16 dus pasta gigi digudang tersebut.

‘’Itu modus yang dilakukan pelaku,’’ bebernya.

Setelah menerima laporan, Kepolisian turun melakukan penyelidikan, Korban dan saksi diintrogasi petugas sehingga Titik terang didapatkan petugas dengan mengantongi ciri-ciri identitas pelaku.

Penangkapan ini berjalan cukup heroik, Karena petugas sempat kejar-kejaran dengan pelaku namun pelaku ditangkap berkat kesigapan petugas.

‘’Sudah kita tangkap setelah dikejar,’’ tutur Zaki.

Setelah berhasil dikejar petugas, Pelaku sempat menangis dan meminta maaf kepada petugas, Petugas tidak bergeming dan tetap menangkap pelaku.

‘’Itu kan cara dia saja agar kita kasihan. Seperti anak kecil saja,’’ bebernya.

Pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Cakranegara untuk diproses lebih lanjut, Pelaku mengakui perbuatannya sudah membobol gudang sesuai dengan laporan yang diterima petugas.

Barang bukti yang diamakan petugas berkurang 1 dus, Total barang bukti yang diamakan petugas sebanyak 9 dus pasta gigi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas. Coleng belum memiliki catatan kriminal. Dia juga bukan residivis.

‘’Bukan residivis, tapi dia sudah lima kali membobol gudang dan baru kali ini tertangkap,’’ terang Zaki.

Dengan perbuatannya itu. Pelaku terancam dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mudik atau Pulang Kampung : Setali tiga uang

Fri Apr 24 , 2020
Oleh Prof MahsunGuru Besar Bidang Linguistik, Universitas MataramKepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud 2012-2015 ​GET MORE – Mudik, demikianlah salah satu kata dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, yang dimuat untuk pertama kalinya dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, karya Poerwadarminta (Edisi Kedua, cetakan pertama, tahun 1976) dan setelah itu, kata tersebut […]