Karena disiplin dan patuh, pasien positif COVID-19 asal Batulayar ini dipulangkan

Lombok Barat – Salah sseorang pasien positif COVID-19 asal Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat berinisial AR (56) yang dirawat di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Kecamatan Narmada, akhirnya dipulangkan setelah mendapat surat pernyataan sembuh dari RSAM, pada Jumat (24/4).

Direktur RSAM, dr Aan Putra Suryanatha mengatakan, AR masuk ke RSAM tanggal 11 April 2020 setelah dijemput dari tempat karantina di Wisma Nusantara, Mataram.

Pasien ini, kata dr Aan, telah melalui prosedur yang ketat hingga bisa dipulangkan. “Pasiennya sangat disiplin dan patuh pada protap (prosedur tetap penanganan Covid-19, red),” ujar dr Aan.

Dikatakannya, bahwa pasien tersebut juga sudah melalui dua kali swab dengan hasil negatif. Swab tersebut dilakukan setelah pemberian protein dan vitamin yang diperlukan.

“Jadi dua kali pemeriksaan negatif, pasien ini dinyatakan sembuh. Pasien akan kita kembalikan tapi tetap menjalani isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari,” kata dr Aan.

dr Aan berharap agar pasien ini tetap mendapat pemantauan dari surveilens puskesmas di Batulayar. Demikian juga di tingkat desa agar mendapat perlindungan dari masyarakat.

“Saya harapkan pasien ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan kembali ke masyarakat setelah 14 hari isolasi mandiri,” harapnya.

Harapan penerimaan oleh masyarakat dikatakan dr Aan, karena sudah ada pernyataan kuat dari rumah sakit dalam bentuk surat bahwa pasien sudah bisa dipulangkan dan dalam keadaan sembuh.

“Tinggal disiplin dari yang bersangkutan kita harapkan untuk tetap isolasi mandiri juga di rumah selama 14 hari,” ujar dr Aan lagi.

Pasien ini, sebut dr Aan merupakan pasien yang pernah kontak dengan kluster Bogor yaitu pasien pernah menjemput seorang pendeta yang baru datang dari Bogor.

Sementara itu, pasien yang akhirnya sembuh dan dibolehkan pulang, RA, mengucapkan terima kasih kepada para tim medis, paramedis dan seluruh jajaran RSAM Narmada dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat atas perawatan yang diberikan sejak terdiagnosis terinfeksi Covid-19.

RA berpesan kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan mengikuti prosedur pencegahan Covid-19.

“Covid memang berbahaya namun dapat disembuhkan penularannya, dapat dicegah dengan tetap di rumah, jaga jarak, hindari kerumunan, rajin cuci tangan pakai sabun dan memakai masker keluar rumah,” pesan RA.

Selain itu, RA menghimbau agar jika kontak dengan pasien Covid-19 atau terdapat gejala segera periksakan diri ke puskesmas terdekat dengan memberikan keterangan secara jujur dan ikuti saran tenaga medis dengan disiplin.

“Jika saudara-saudara terkena atau terjangkit atau sudah dinyatakan positif, saya pribadi menyampaikan tolong kooperatif dengan tenaga medis, terbuka dan turuti apa yang menjadi aturan para medis dan dokter,” tegas RA. RA pun sangat bersyukur karena akhirnya diijinkan pulang.

”Hari ini saya dikasi pulang dan dinyatakan negatif dan sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang sudah diberikan selama saya diisolasi di RSUD Awet Muda, terima kasih atas semuanya, telah menolong saya, semua sangat ramah, dan apa yang saya minta terpenuhi,” ujar RA berkali-kali berterima kasih.

Sebagai pasien yang bisa sembuh, RA menegaskan Covid-19 ini tidak mematikan sehingga masyarakat jangan terlalu terpengaruh dengan media sosial. Bahkan ia mengaku tidak merasakan gejala yang sering diberitakan seperti sesak nafas.

“Kalau saya sadar diri karena pernah kontak dengan penderita Covid-19. Saya sadar waktu itu membawa diri ke Rumah Sakit Bhayangkara. Di situ dilakukan rapid test dan hasilnya positif dan di bawa ke rumah Sakit Awet Muda Narmada,” cerita RA.

Kepada masyarakat NTB, RA berpesan untuk jangan takut dengan Covid-19 selama kooperatif dengan tim medis.

“Ikuti tim medis sesuai SOP yang sudah diberikan karena tim medis sudah lelah. Saya sedih sekali kalau ada orang yang marah-marahin tim medis, tolong kooperatif,” pesan RA sambil agak terisak sedih.

Diceritakan RA, diisolasi memang rasanya membosankan tapi itu bisa diusir dengan olah raga dan membaca kitab suci.

“Karena saya Nasrani saya mendengarkan lagu-lagu Nasrani dan membaca al-Kitab dan bagi yang Muslim bisa membaca al-Qur’an. Saya satu ruangan dengan seorang teman muslim, dia baca al-Qur’an, saya baca al-Kitab,” saran RA.

Meski kontak terbatas, ia mengantarkan diri ke RS Bhayangkara, kontak dengan istri dan anak RA pun berdampak. Istrinya, RD (54) pun dinyatakan positif dan masih dirawat RSAM.

Sementara anaknya sendiri setelah dilakukan rapid test dinyatakan negatif dan sudah dibawa pulang untuk isolasi mandiri. “Istrinya positif masih kita rawat,” ujar dr Aan.

Dari keterangan dr Aan, pasien positif di RSAM ada 11 orang minus RA yang akhirnya dipulangkan karena sembuh. Sementara pasien dalam pemantauan (PDP) tidak ada di RSAM tapi dirawat dan dikarantina di Sanggar Mutu Gerung. 11 pasien positif Covid-19 tersebut berasal dari empat kecamatan yaitu Narmada, Lingsar, Sekotong, dan Batulayar.

“Sistem sudah ada, dengan adanya tim reaksi cepat, tiap ada yang diduga kuat terinfeksi Covid-19 akan dilakukan penjemputan. Kemudian dilakukan karantina, baru dirujuk ke rumah sakit. Jadi tingkat pertama dilakukan rapid test, kalau positif itu yang dibawa ke karantina sementara untuk dijadwalkan ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang lebih lanjut,” jelas dr Aan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bertambah dua orang positif COVID-19, Sekda Lotim : Tak usah kaget

Fri Apr 24 , 2020
Lombok Timur – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur H.M Juaini Taofik meminta masyarakat tak perlu kaget atas bertambahnya dua orang terpapar positif, di Lombok Timur dari Jamaah Cluster Gowa. “Kita tidak usah kaget dengan bertambahnya dua orang pasien terpapar dari Lotim hari ini,” ujarnya Jum’at,( 24/4 ). Hingga saat […]