Geliat penjual Durian di tengah pandemi Corona

Lombok Utara – Pandemi viruscorona (COVID-19) semakin terasa dampaknya jelang Bulan Suci Ramadhan 1441 H, masalah sosial terkait bahan kebutuhan pokok makin mencuat di keluhkan warga.

Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang digelontorkan pemerintah pusat diharapkan mampu sedikit meredam keluhan warga sambil berharap penanganan penyebaran virus yang berasal dari China daratan ini bisa segera teratasi.

Namun tak semua pihak terdampak pandemi virus covid-19 mengeluh, setidaknya bagi inaq Ani (42) penjual Durian asal Tanjung yang biasa mangkal di Lapangan Tanjung ini. Dalam sehari, diakuinya, ia masih mampu menjual hingga 40-50 buah Durian dalam sehari.

“Dalam sehari saya bisa bawa 80-90 butir, biasanya kalau jualan dari pagi jam 10-11 hingga jam 8-9 malam bisa terjual 40-50 butir,” katanya.

Ia mengaku tetap khawatir dengan penyebaran viruscorona apalagi akan bertemu dengan banyak orang, ia-pun tetap mengikuti anjuran pemerintah agar menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun demi terhindar dari viruscorona.

“Di tempat jualan saya, saya juga menyediakan tempat cuci tangan,” akunya.

Namun karena panggilan kebutuhan hidup, tambahnya, mau tak mau ia tetap harus jualan.

Bersama suaminya, Jan (44), Ani tetap memberanikan diri untuk berjualan walau mengetahui akan dampak penyebaran virus mematikan tersebut. Ani berharap, pandemi ini segera berakhir apalagi jelang Bulan Suci Ramadhan agar kehidupan kembali berjalan seperti semula.

“Semoga Corona ini segera berakhir, apalagi sudah mau memasuki Bulan Puasa, biar kita bisa bekerja tanpa harus takut dan khawatir lagi,” pungkasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pelaku pembunuh sadis, AP, dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

Thu Apr 23 , 2020
Sumbawa Besar – AP (17) tahun, terdakwa kasus pembunuhan disertai pembakaran terhadap kekasihnya, Kholifatul Jannah alias Olive akhirnya dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Widiyono SH MH, pada persidangan online, Kamis (23/04). Persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Toni Widjaya Hansberd Hilly SH dan hakim anggota […]