Update COVID-19 NTB : Penyebab tertularnya pasien nomor 99 asal Bengkel belum diketahui pasti

Mataram – Dari 15 pasien positif covid-19 yang di umumkan secara resmi pada hari Selasa salah satu pasien yakni N pasien nomor 99 asal Desa Bengkel Lombok Barat belum di ketahui pasti penyebab tertularnya virus corona tersebut. (24/3)

Dari rilis yang di terima media ini pasien nomor 99, an. Ny. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Bengkel Selatan, Kecamatan Labu Api, Kabupaten Lombok Barat dalam rekam jejak nya bahwa pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Pun pasien tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19.


Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Bencana Non Alam COVID-19 I Gde Aryadi mengatakan pasien ke rumah sakit karena batuk, sesak, demam, dan riwayat bronkhitis. Namun setelah di lakukan swab N di nyatakan positif terpapar virus corona. N kini telah di isolasi dan kondisi kesehatannya di nyatakan terus membaik.

N Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik. Gde menambahkan kemungkinan N terpapar melalui transmisi lokal yakni terpapar dari carier (pembawa virus) dari orang yang terpapar namun tidak teridentifikasi.

“Terjadi penularan dari carier kedua atau ketiga, yakni dari orang yang tidak pernah punya riwayat ke daerah terjangkit, tapi tertular dari pasien positif, yang belum dapat diidentifikasi oleh petugas. Inilah yang perlu diteliti, dari mana ia tertular. Dikatakan tidak pernah kontak dengan pasien covid, karena belum diketahui saja,” jelas Gde Ariyadi.

Kasus N tersebut hampir mirip dengan kasus HW balita berusia dua tahun asal Gunung Sari yang belum di ketahui penyebab balita tersebut tertular. Kemungkinan lainnya N dan HW terpapar oleh Orang Tanpa Gejala 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Progres Pembangunan RTG Lombok Barat capai 97%

Tue Apr 21 , 2020
Lombok Barat – RTG yang sudah dibangun seratus persen sebanyak 64% sedangkan sisanya on progress, sehingga hampir 97 persen RTG sudah dibangun dan sekitar 3 % itu masih ada kendala seperti buku tabungan yang belum diambil. “Ini yang 64% itu bukan berarti yang 33 sekian persen itu belum terbangun, mereka […]