Warga NTT tertahan di sejumlah pelabuhan di NTB, Pemprov ambil langkah strategis

Mataram – Kebijakan beberapa Pemerintah Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melarang warga dari luar daerah dan luar negeri masuk ke wilayah NTT, berdampak pada warganya yang hendak pulang kampung.

Perjalanan pulang warga NTT di sejumlah daerah menuju kampung halaman mereka di NTT, yang salah satunya melalui jalur wilayah NTB akhirnya menimbulkan penumpukan di sejumlah pelabuhan NTB.

Warga NTT yang akan kembali ke daerah asalnya tersebut tertahan karena kebijakan Pemda di NTT yang menutup pintu masuk melalui laut selama pandemi COVID-19.

“Mereka tak kuat bertahan hidup di rantau, sehingga memilih pulang kampung. Tapi Pemprov NTT kebijakannya menutup pintu masuk lewat laut. Di tingkat Dishub, sudah dilakukan komunikasi. Kamis kemarin, komunikasi berhasil. Sekarang komunikasi gagal lagi,” terang Lalu Bayu Windia, Sabtu, 18 April 2020.

Sementara itu, pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan telah melakukan langkah – langkah strategis tentang kepulangan warga NTT dengan tujuan antara lain Sumba, Manggarai, Ende, Bajawa dan lainnya. Kondisi saat ini, pekerja yang akan pulang kampung tersebut masih tertahan di Sape, Kabupaten Bima dan Lembar Kabupaten, Lombok Barat.

Lebih lanjut, kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si mengatakan, gelombang kepulangan warga NTT melalui dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Sape dan Lembar akan terus berlangsung. Mereka adalah warga NTT yang selama ini bekerja di Jawa, Bali dan lainnya yang pulang kampung karena aktivitas di tempat bekerja sudah sangat terbatas akibat COVID-19.

Ia mengatakan, di Pelabuhan Lembar saat ini sekitar 30-an warga NTT dengan tujuan sejumlah daerah di Pulau Sumba masih tertahan. Bekal yang mereka miliki semakin terbatas untuk bertahan hidup, sehingga solusi sementara dengan alasan kemanusiaan yaitu Dinas Sosial Provinsi NTB agar bisa membantu mereka dengan makanan di Pelabuhan Lembar.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah sudah melakukan komunikasi dengan Gubernur NTT tentang persoalan ini. “Gubernur Zul sudah bersurat resmi ke Gubernur NTT Victor Laiskodat agar meninjau kembali kebijakan Pemda di wilayahnya,” jelas Najam.

“Persaudaraan dan rasa keindonesiaan kita pun diuji. Alhamdulillah koordinasi terus dilakukan, dan sejauh ini hasilnya sangat positif,” tambahnya

Najam menambahkan Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar memutus mata rantai penyebaran covid-19, namun tetap dengan langkah yang bijak sebagai bangsa yang besar.

“Kalau Pemrov Jateng memperhatikan warga NTB yang tidak mudik di Semarang itu adalah contoh baik, betapa rasa keindonesiaan kita sangat terasa saat kita berada dalam musibah dan nasib yang sama. Dan itu adalah modal sosial yang tidak boleh hilang dan tergerus dari sisi kemanusiaan kita, NTB juga demikian,” tutupnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

JPS Gemilang mulai di Distribusikan

Sun Apr 19 , 2020
Mataram – Paket Sembako program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, mulai hari ini Minggu (19/4) terdistribusikan di seluruh kecamatan di Kota Mataram. Program ini dihajatkan untuk mengatasi covid-19 bagi masyarakat yang terdampak karantina mandiri. Sejak diluncurkan 16 April lalu, oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, JPS […]