Pelibatan UKM dan produk lokal bukan sekedar langkah populis tanpa dasar

Mataram – JPS Gemilang yang mengutamakan produk-produk lokal bukanlah sekedar langkah populis tanpa dasar, program tersebut merupakan langkah besar dan mendasar untuk memulai inovasi teknologi. Ini merupakan  untuk menempuh perjalanan panjang industrialisasi demi perekonomian NTB yang kokoh di masa yang akan datang. Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menegaskan hal itu di Mataram, (19/4).

Tanpa ada kebijakan menggunakan produk lokal, pelaku industri lokal tak akan pernah belajar, tak akan pernah melakukan inovasi teknologi dan karenanya tak akan pernah menjadi besar.

“Nah, Kalau UKM dan Industri Lokal tak pernah akan besar maka ekonomi kita tak pernah mandiri dan akan tergantung terus pada produk dari luar dalam jangka panjang, Kita selamanya akan jadi penonton,”tegas Bang Zul.

Sementara itu, keberanian menggunakan produk lokal dan memunculkan UKM serta industri lokal adalah upaya serius pemerintah untuk menguatkan fondasi ekonomi untuk kokoh dalam jangka panjang.

Bang Zul mengajak semua Kabupaten Kota di NTB memulai menggunakan produk-produk lokal daerahnya masing-masing untuk membantu masyarakat di masa pandemik Covid-19  dalam paket-paket bantuan masyarakat dengan sembako-sembakonya.

“Bumdes dan toko-toko tani lokal banjiri dengan produk-produk lokal petani, nelayan, peternak dan pedagang-pedagang lokal kita. Ini perjuangan bersejarah kita untuk menguatkan perekonomian kita sendiri,” harap Bang Zul.

Gubernur menambahkan, Perjalanan panjang memang selalu harus dimulai dengan langkah pertama. Karnanya Ia memahami pendapat beberapa kalangan yang membandingkan harga produk lokal dengan harga barang pabrikan yang beredar pasaran.

“Kenapa harus memaksakan diri menggunakan produk-produk lokal? Kenapa tidak beli saja produk yang sudah ada di pasar yang harganya lebih murah? Bukankah dengan harga yang lebih murah kita kemudian jadinya dapat lebih banyak ?, bagi yang belajar ekonomi yang biasa, tentu pertanyaan pertanyaan diatas wajar, tapi kalau kita selalu berfikir seperti itu, kita akan bergantung pada impor,” kata mantan anggota DPR RI itu.

Karna selalu bergantung pada impor, mengakibatkan perekonomian tidak akan pernah bisa mandiri dan selalu rentan terhadap gejolak dan perubahan-perubahan eksternal. Agar ekonomi mandiri, maka Industri harus kuat. Hadirnya industri akan mengurangi persoalan mendasar seperti pengangguran dan kemiskinan. Proses menghadirkan Industri yang kuat dalam sebuah perekonomian inilah yang disebut industrialisasi.

“ Industrialisasi tidaklah sederhana. Perjalanannya panjang dan berliku, dan ia mensyaratkan hadirnya inovasi teknologi. Tanpa Inovasi teknologi  maka industrialisasi hanyalah mimpi dan pepesan kosong,” jelas Bang Zul

Inovasi teknologi secara empiris ternyata tidak seperti yang banyak dibayangkan orang. Ia tidak tumbuh subur di kampus-kampus atau lembaga-lembaga penelitian. Inovasi teknologi ini sebagian besar terjadi di perusahaan dan industri. Inovasi teknologi di negara-negara berkembang (catching up countries) tidak banyak berasal dari riset di kampus atau dari research and development (R&D) laboratorium dan lembaga-lembaga penelitian. Tapi banyak dilakukan perusahaan-perusahaan dengan learning by doing dan reverse engineering. Perusahaan belajar dari coba-coba, dari melakukan pekerjaan dengan metode ATM. Amati, Tiru dan Modifikasi!

“ Jadi kalau kita mau menghadirkan banyak inovasi teknologi maka hadirkanlah banyak perusahaan dan industri dalam perekonomian kita dan beri mereka kesempatan untuk memulai mengerjakan pesanan dan pekerjaan-pekerjaan itu,” Jlentreh orang nomor satu di NTB itu.

Zul menambahkan, Jadi itu semangat dasar kenapa pemerintah dan masyarakat harus ramah pada investasi. Hanya dengan ramah pada investasi, perusahaan mau datang ke NTB.

“ Banyaknya perusahaan akan menghadirkan banyak inovasi teknologi. Banyaknya inovasi teknologi akan mempercepat Industrialisasi dan hadirnya industrialisasi akan memperkokoh perekonomian dan daya tahan kita,” pungkasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Warga NTT tertahan di sejumlah pelabuhan di NTB, Pemprov ambil langkah strategis

Sun Apr 19 , 2020
Mataram – Kebijakan beberapa Pemerintah Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melarang warga dari luar daerah dan luar negeri masuk ke wilayah NTT, berdampak pada warganya yang hendak pulang kampung. Perjalanan pulang warga NTT di sejumlah daerah menuju kampung halaman mereka di NTT, yang salah satunya melalui jalur […]