Ratusan daftar ODP COVID-19 beredar, Pemkot Mataram bantah ada kebocoran data

Mataram – Pemerintah Kota Mataram melalui Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram membantah kebenaran daftar ratusan nama Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang belakangan ini beredar melalui media sosial.

“Jadi tidak benar data-data (ODP) itu. Data tersebut tidak valid dan tidak jelas sumbernya, sebab Pemkot Mataram dan Gugus Tugas tidak pernah merilis data ODP seperti itu,” tegas Anggota Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram yang juga Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra, Minggu malam (4/5) di Mataram.

Pria yang akrab disapa Dokter Jack ini meminta masyarakat Kota Mataram tidak panik dan tidak cepat percaya isu yang beredar jika informasi yang diterima tidak jelas sumbernya.

“Kalau ada informasi yang tidak jelas sumbernya, masyarakat hendaknya melakukan cek dan ricek ke Gugus Tugas Mataram, Dinas Kominfo Mataram atau ke Dikes Kota Mataram. Sebab segala informasi dan rilis data resmi hanya dikeluarkan oleh Dinas Kominfo Kota Mataram melalui Gugus Tugas Mataram,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat beredar pesan WhatApps yang memaparkan data sekitar 532 orang ODP di Kota Mataram. Penjelasan data dalam pesan tersebut menyebutkan bahwa ratusan nama itu adalah para ODP yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

Dokter Jack membantah opini yang menyebutkan pesan berantai itu berasal dari data Gugus Tugas yang diduga bocor.

Menurut dia, pihak Gugus Tugas Kota Mataram saat ini tengah menelusuri pihak-pihak yang menyebarkan informasi berantai tersebut.

“Kita lakukan penelusuran siapa yang pertama kali menyebarkan data yang validitasnya meragukan ini. Supaya Pemkot Mataram mengetahui sumber utama data tersebut darimana. Walikota Mataram sebagai Ketua Gugus Tugas Kota Mataram juga telah menyatakan akan menindak tegas siapa pun yang menyebar berita hoax dan informasi yang meresahkan,” tegas Dokter Jack.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Sukses isolasi mandiri selama 14 hari, KNPI KSB apresiasi Lurah Kelurahan Dalam

Tue Apr 7 , 2020
Sumbawa Barat – Pandemi global virus corona masih terus mengalami perkembangan, mulai dari peningkatan jumlah kasus, hingga angka kematian dan jumlah pasien sembuh. Melansir data real time yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, jumlah infeksi di seluruh dunia per Senin (6/4/2020) pagi adalah sebanyak 1,27 juta kasus. Adapun jumlah kasus […]