NTB & Univ Negeri Malang tanda tangani nota kesepahaman

GETNEWS.ID, Mataram – Provinsi NTB dan Universitas Negeri Malang (UNM) tanda tangani nota kesepahaman terkait kerjasama pendidikan dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dalam implementasi program unggulan di lingkungan Pemprov NTB pada Senin (10/2).

Dihadapan Rektor UNM dan puluhan mahasiswa akademik itu Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah memutar kenangan tentang musibah gempa bumi yang melanda NTB tahun 2018 lalu. Tidak kurang 400 orang meninggal dan ribuan luka-luka, rumah dan fasilitas umum pun tidak luput dari musibah itu. Namun dikatakan Wagub, dengan pandangan religius warga masyarakat NTB, musibah itupun cepat berlalu dan daerah cepat pulih untuk membangun kembali.

“Buktinya, satu tahun berlalu dari musibah itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilakukan dengan cepat oleh pemerintah provinsi NTB. Semua pihak terlibat dalam proses tersebut. Semua komponen itu bergotong royong memulihkan keadaan masyarakat. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, masyarakat, NGO terlibat pada rehabilitasi dan rekonstruksi itu,” katanya.

Kiat pemprov NTB itupun disampaikan Wagub, sebagai proses rehab rekon yang dinilai oleh pemerintah pusat sebagai yang tercepat. Sehingga, menjadi contoh bagi daerah lain dalam proses yang sama terhadap musibah gempa bumi yang ada.

“Karena musibah tersebut, Pemerintah Provinsi jelas Umi Rohmi, telah menetapkan satu misi, yaitu NTB Tangguh dan Mantap. Misi ini kemudian dijabarkan dalam program desa tangguh bencana. Tahun 2023, kita targetkan seluruh desa di NTB tangguh bencana,” ungkap Wagub Rohmi.

Ia juga mengutarakan harapannya agar kesepakatan ini dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi pembangunan di NTB serta memberikan dampak positif bagi kemajuan UNM.

Menyambut harapan Wagub Rohmi, Rektor UNM, Ahmad Rofi’uddin menyampaikan bahwa perguruan tinggi akan berbuat lebih. Terutama bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait program kerja dan dunia usaha.

Ia mengatakan, program mitigasi bencana yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi NTB merupakan langkah positif dan dinilai bermanfaat untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi, sebagian besar wilayah di Indonesia ini berada di cincin api sehingga mitigasi bencana itu sangat diperlukan.

“Perlu saya sampaikan bahwa kita di UNM memiliki kebijakan bahwa setiap dosen harus memiliki dan wajib mengabdi kepada masyarakat, melalui penelitian. Dari dana penelitian yang bersumber dari APBN itu, ada sekitar 1500 proposal dan separuhnya diperuntukkan untuk penelitian,” jelasnya.

Sebagian dari penelitian UNM pasalnya akan diarahkan untuk pengabdian di wilayah NTB. Mahasiswa juga didorong semuanya untuk berbuat dan menggagas sebuah gerakan mahasiswa untuk berkarya, minimal setahun. Targetnya tentu untuk dipersembahkan bagi masyarakat, publik, dunia usaha dan lain sebagainya.

Hms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Aqil-Alif, duo bersaudara dengan sederet prestasi karate

Mon Feb 10 , 2020
GETNEWS.ID, Mataram – Cabor karate terus melahirkan atlet berprestasi dan menunjukkan hasil positif pada banyak kejuaraan umum ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB. Namun dari banyak para jawara tersebut, dua nama atlet paling menonjol dalam semangat berprestasinya. Mereka adalah Aqil Al Hidayat dan Alif Al Hidayat. Dalam dua tahun terakhir, […]