Kunjungi kampung unggas Desa Teruwai Pujut, Wagub NTB : Luar biasa

GETNEWS.ID, Lombok Tengah – Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi Kampung Unggas Desa Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada Rabu (5/2). Pengembangan ternak di desa ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian serta pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam bagi masyarakat NTB.

Satu persatu lokasi peternakan dikunjungi Wagub, dimulai dari tempat pembibitan ayam arab, penetasan, pembesaran, produksi telur hingga ke pemotongan ayam untuk dikonsumsi.

“Saya melihat, hampir di setiap rumah tangga itu sudah menginisiasi untuk beternak dan hasilnya luar biasa,” ucap Wagub.

Wagub meminta masyarakat Desa Teruwai untuk tidak cepat berpuas diri dan harus bisa lebih baik lagi. Ia mengatakan masih perlu perbaikan di beberapa aspek demi menyempurnakan Kampung Unggas tersebut. Pemprov bersama Pemda juga akan memberikan perhatian untuk kemajuan dan suksesnya Kampung Unggas tersebut.

“Kita akan perhatikan ini, jadikan ini bukan menjadi kampung unggas tapi satelit, artinya dipusatkan disini, dijadikan ini contoh. Nah, kalau kita mau jadikan ini contoh harus banyak penyempurnaan, harus banyak perbaikan-perbaikan,” sambungnya. 

Selain dalam hal produktivitas, Wagub juga kembali mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan lingkungan. Kebersihan lingkungan harus dijaga betul agar produk yang dihasilkan pun bersih dan juga sehat.

“Peternakannya sukses, maju tetapi kampungnya sehat. Itu yang akan kita tata kedepan bagaimana agar lingkungan ini sehat, utamanya adalah pengelolaan sampahnya,” ujarnya.

Wagub juga menyanjung Desa Teruwai dengan Kampung Unggasnya yang tetap konsisten sejak tahun 2014 silam. Ia juga mengajak masyarakat agar terus bersinergi dalam memanfaatkan potensi desa. 

“Mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan satelit unggas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, supaya NTB mandiri, mandiri ayam, mandiri telur kemudian juga seperti yang disampaikan oleh ibu Kadis tadi bisa mensuplai ke Provinsi-provinsi lain,” ajaknya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Budi Septiani, dalam laporannya menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam di NTB masih kurang. Dengan adanya Kampung Unggas Desa Teruwai diharapkan akan meningkatkan produktivitas telur dan daging ayam tersebut.

“Karena kita ketahui bahwa kebutuhan telur untuk Nusa Tenggara Barat itu perhari satu juta tiga ratus butir, dimana kita hanya mampu memproduksi enam ratus ribu butir, jadi peluang untuk itu sangat besar,” ungkapnya.

Dalam menyukseskan Kampung Unggas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB turut menggandeng Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Pelatihan Pertanian (BPP) untuk mendampingi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) dalam pengelolaan hasil pertanian dan juga peternakan. Selain itu pihaknya juga berkerjasama dengan Fakultas Peternakan dalam membuat kajian potensi serta dukungan dari SKPD baik lingkup Pemprov dan juga Pemda Lombok Tengah. Karenanya untuk tahun ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB berupaya untuk menaikkan kelas Kampung Unggas Desa Teruwai menjadi Satelit Ayam Kampung.

“Satelit ayam kampung yang di Desa Teruwai ini bisa Insya Allah terealisasi di 2020,” pungkas Budi.

Hms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

SJP tagih perhatian Jokowi ke KEK Mandalika

Thu Feb 6 , 2020
GETNEWS.ID, Jakarta – Anggota DPR RI Dapil Lombok Suryadi Jaya Purnama (SJP), meminta Pemerintah Pusat Prioritaskan Infrastruktur Pendukung KEK Mandalika seperti Pembangunan jalan nasional Pelabuhan Lembar-Labuhan Haji dan DAM Mujur di Lombok Tengah pada rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan dan PUPR pada Rabu (5/2). Rapat kerja […]