Antisipasi serangan siber, BSSN nyatakan IT system NTB siap untuk CSIRT

GETNEWS.ID, Mataram – Sebagai satu dari 10 Provinsi se-indonesia yang dijadikan pilot project pembentukan Persiapan Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mulai melakukan tahapan – tahapan persiapan di NTB. Arahan BSSN itupun ditindaklanjuti Diskominfotik NTB dengan menggelar rapat konsolidasi bersama OPD pemerintah provinsi pada Rabu (5/2).

Kepala Diskominfotik NTB Gde Putu Aryadi, mengungkapkan bahwa penanganan urusan Keamanan Siber NTB berada di Bidang Persandian dan Keamanan Informasi bersama Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (PTIK).

Ia menjelaskan bahwa keamanan siber tidak hanya pada system atau jaringan saja, melainkan konten informasi juga sangat penting diautentikasi agar aman.

“Kalau kontennya tidak benar maka dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” katanya. 

Karena itu, ia mengajak seluruh jajarannya untuk memperhatikan kedua sisi keamanan siber tersebut, baik jaringan maupun isi informasinya.

Kepala Sub Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah II BSSN Agustinus Toad, menyatakan bahwa berdasarkan data pihaknya selama kurun waktu 2018, wilayah kedaulatan Indonesia mengalami sekitar 232 juta percobaan serangan siber. Di antaranya sebanyak 122 juta serangan malware dan 16.000 jenis serangan inside dan outside. Serangan siber itupun pasalnya lebih banyak diarahkan kepada web-web pemerintahan. 

“Kecenderungan serangan – serangan siber mengarah ke pemerintah karena yang paling lemah dan rentan yakni kebanyakan pemerintah daerah. Disinilah BSSN membantu dibentuknya CISRT di daerah,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan CISRT itu memiliki standarisasi sehingga BSSN akan proaktif melakukan penilaian dibeberapa lokus sekaligus mengecek kesiapan daerah yang menjadi pilot project CSIRT.

“Saat ini kita mengecek kelengkapannya, seperti validasi dokumen pendaftaran CSIRT, pendataan SDM penyelenggara CSIRT, pengecekan dan kesiapan dokumen dan lain-lain,” ujarnya.

Agus juga menuturkan bahwa masyarakat harus sadar akan pentingnya keamanan informasi untuk melindungi diri dari aksi kejahatan didunia maya. “NTB diharapkan dapat menjadi provinsi yang penduduknya sadar akan kemanan informasi dan NTB mampu untuk meminimalkan serangan – serangan siber,” tutupnya.

Com_info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kunjungi kampung unggas Desa Teruwai Pujut, Wagub NTB : Luar biasa

Thu Feb 6 , 2020
GETNEWS.ID, Lombok Tengah – Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi Kampung Unggas Desa Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada Rabu (5/2). Pengembangan ternak di desa ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian serta pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam bagi masyarakat NTB. Satu persatu lokasi peternakan dikunjungi Wagub, dimulai dari […]