Kasus cerai gugat di Lotim meningkat

GETNEWS.ID, Lombok Timur – Ketua Pengadilan Agama Selong Drs. H Gunawan, M.H., akui lebih mudah memediasi orang yang bersengketa ketimbang memediasi orang yang ingin bercerai, hal tersebut disampaikannya pada saat ditemui wartawan dikantornya, Senin (20/1).

Dijelaskan oleh Gunawan, dalam proses perkara Cerai Gugat, Pengadilan Agama selalu berupaya melakukan mediasi antar kedua belah pihak yang ingin bercerai selama kurun waktu 30 hari bahkan lebih.

ÔÇťAdapun tujuannya agar tidak terjadi perceraian, namun faktanya hal tersebut sangat sulit dilakukan ketimbang menangani orang yang sedang bersengketa” ucapnya.

Untuk di Kabupaten Lombok Timur (Kab Lotim), dalam kurun waktu satu Tahun, angka cerai gugat mencapai 1029.

Dilihat dari data Rekapitulasi perkara Tahun 2018 yang ada pada Pengadilan Agama Selong Kelas I B, terdapat angka cerai gugat mencapai 1029, di susul cerai thalak sebanyak 219, izin poligami hanya 2 perkara, Dispensasi kawin 17 perkara dan Penolakan perkawinan 1 perkara.


Sementara untuk di Tahun 2019. Dari total 2079 perkara yang diterima oleh Pengadilan Agama Selong. Angka cerai gugat masih menduduki peringkat tertinggi yaitu sebanyak 1021, disusul cerai thalak sebanyak 234 perkara dan lainnya. Sementara terhadap perkara yang di cabut yaitu sebanyak 192.

“Penomena istri menggugat suami ini tidak saja terjadi di Lotim, akan tetapi penomena ini terjadi se indonesia. Adapun alasan terjadinya cerai gugat yang dilakukan oleh istri kepada suami disini, paling banyak diakibatkan oleh perselisihan,” ungkap Gunawan.

Berikut rekapitulasi penyebab terjadinya perceraian pada Pengadilan Agama Selong ; meninggalkan salah satu pihak mencapai angka 366, perselisihan dan pertengkaran terus menerus 777, faktor ekonomi 38, murtad 6, KDRT 44, dihukum penjara 5, Judi 3, mabuk 5, poligami 1 dan cacat badan 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Aplikator pelaksana pembangunan RTG di Lotim kabur bawa uang Rp.1 M

Tue Jan 21 , 2020
GETNEWS.ID, Mataram – Aplikator pelaksana pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, diduga membawa kabur uang yang menjadi hak korban penerima bantuan sebanyak Rp1 miliar. “Sudah terima Rp1 miliar, tapi pekerjaannya tidak selesai, dia hilang lepas begitu saja. Aplikatornya ini dari Palembang,” kata […]