PLN tambah PLTS di Lombok Timur

GETNEWS.ID, Mataram – Setelah tiga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memperkuat sistem kelistrikan Lombok di bulan Juli 2019 lalu, satu lagi PLTS berhasil dioperasikan di akhir bulan Desember 2019 lalu dengan kapasitas 5 Mwac. PLTS Sambelia ini merupakan salah satu wujud komitmen PLN terhadap pengembangan Energi Baru terbarukan (EBT) di NTB.

“Kami terus berkomitmen untuk mengembangkan EBT di NTB. Rencana jangka panjang, masih akan ada beberapa titik yang akan kita explore lagi,” jelas Rudi Purnomoloka, General Manager PLN UIW NTB pada Jumat (17/1).

Pembangunan PLTS Sambelia ini telah dimulai sejak bulan Agustus 2017, hingga beroperasi di bulan Desember 2019. Selain energi yang ramah lingkungan, pengoperasian PLTS ini akan berdampak pada efisiensi karena akan mampu mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak pada beberapa pembangkit di NTB.

“PLTS jauh lebih efisien terhadap biaya produksi yang dikeluarkan. Selisihnya sekitar Rp 900,0 per kWH terhadap pembangkit yang menggunakan solar . Namun, meski efisien, pastinya tidak akan mempengaruhi mutu dan kualitas layanan kami kepada masyarakat,” tutur Rudi.

Pengoperasian PLTS ini juga memberikan berkontribusi positif terhadap bauran energi di NTB. Di bulan Juni 2019, PLTS hanya memberikan kontribusi sebesar 0.1% terhadap bauran energi di NTB. Namun di akhir tahun 2019, kontribusinya meningkat menjadi 2.8%. 

Secara keseluruhan, PLN UIW NTB telah mengoperasikan PLTS di tujuh lokasi tersebar, yaitu Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Sengkol, Selong, Pringgabaya dan juga Sambelia. Ketujuh PLTS tersebut mampu menyuplai sebesar 8.5% dari daya mampu total pada siang hari untuk sistem Lombok, yaitu sebesar 233 MW. 

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB , Muhammad Husni, juga menyampaikan apresiasinya atas beroperasinya PLTS Sambelia tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya menyampaikan apresiasi kepada PLN NTB atas beroperasinya PLTS Sambelia. Ini menunjukkan komitmen PLN terus berupaya mewujudkan kebijakan pemerintah pusat, dan pemerintah provinsi NTB terkait peningkatan kontribusi EBT dalam pemenuhan kebutuhan energi khususnya energi listrik. Saya berharap agar ke depan akan terus diupayakan peningkatan kontribusi dimaksud, sehingga target kontribusi EBT sebesar 23% di tahun 2025 dapat kita wujudkan,” terang Husni.

Hingga akhir tahun 2019, total daya yang dibangkitkan dari pembangkit EBT adalah sebesar 36.2 MW atau sebesar atau sebesar 12.5% dari total keseluruhan daya mampu pembangkit yaitu sebesar 289 MW. Rata rata EBT tersebut bersumber dari air dan juga tenaga surya.

Hms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dandim 1606/Lobar tutup Pelatihan Kesamaptaan Calon Pegawai PT. Bank NTB Syariah Angkatan VII

Fri Jan 17 , 2020
GETNEWS.ID, Mataram – Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., menutup pelatihan kesamaptaan calon pegawai PT. Bank NTB Syariah Angkatan VII Tahun 2020 di Kantor LPMP jalan Panji Tilar Kelurahan Kekalik Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Jumat (17/1). Acara penutupan yang dihadiri Direksi Bank NTB Syariah, GM. DIV. SDI Bank […]