Bakal Calon penantang Bupati Bima muncul, ini misinya

GETNEWS.ID, Mataram – Bakal calon Bupati Kabupaten Bima yang digadang menjadi penantang petahana Indah Dhamayanti Putri mulai menampakkan diri. Salah satunya ialah Nirman Abdurrahman, kader Partai Gerindra yang kini tengah menyusun strategi pemenangan dan siap pasang dada dengan visi misinya, setelah mendaftar sebagai bakal calon dari 4 partai politik. Diantaranya Partai Gerindra, PAN, PPP, dan PDI-P.

Ditemui pada Rabu (8/1) di Mataram, putra daerah asli Kabupaten Bima yang telah melanglang buana sebagai Wakil Ketua DPN Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) di Jakarta ini, menjabarkan visi dan misinya untuk memimpin Kabupaten Bima periode 2020 – 2025 mendatang. Ia menyinggung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan daerah. PAD menurutnya tidak hanya bersumber dari pajak atau retribusi, melainkan juga potensial investasi sehingga dengan meningkatnya PAD akan mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Bima.

Oleh karena itu, ada tiga (3) inovasi menurut Nimran untuk menaikkan pendapatan asli daerah, pertama adalah Inovasi Pemerintah Daerah.

Hal ini katanya, dapat dilakukan dengan menerapkan online system government di seluruh instansi pelayanan publik, yang bertujuan mencegah terjadinya kebocoran pendapatan dan belanja daerah.

“Ini adalah cara mengefektifkan pendapatan daerah karena dengan online tidak ada lagi sumber penerimaan yang tersembunyi yang bocor karena semuanya terdeteksi secara jejak digital sehingga semuanya akan menjadi transparan terbuka terukur dan efektif,” jelas Nimran.

Kedua katanya, Inovasi Investasi. Inovasi untuk mendatangkan investasi sebanyak-banyaknya ke daerah pada potensi unggulan daerah. “Semua investasi pengembangan komoditi unggulan, investasi pembangunan industri strategis, investasi pembangunan kawasan dan investasi pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Ketiga, Inovasi Produksi. Dimana inovasi ini nantinya mengedepankan produk unik yang bisa dijual secara lokal, regional, nasional dan global.

Upaya atau inovasi investasi ini menurut Nirman, bisa dilakukan dengan membentuk beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fungsinya untuk memutar dan menjadi lokomotif perekonomian di daerah. BUMD juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah untuk membiayai program pembangunan daerah, dengan cara pengelolaan sumber daya alam yang bisa dijual ke luar daerah. Pengelolaannya bekerjasama dengan swasta atau bisa juga pengelolaan sumber daya alam melalui peran Pemda sebagai broker komoditi.

“Dengan kreasi-kreasi pemerintahan yang bisa dilakukan dengan cara inovasi sumber pendapatan baru sehingga dengan inovasi daerah tersebut menjadi tempat studi banding dan daerah tersebut akan dikunjungi banyak orang yang melakukan studi banding. Dengan demikian maka terjadilah pendapatan daerah yang luar biasa besarnya,” katanya.

Selanjutnya, menjadikan daerah memiliki produk yang unik sehingga baik pasar lokal, pasar regional, pasar nasional dan pasar global bisa membeli produk dari daerah tersebut yang membuat pendapatan transaksi perdagangan ke daerah tersebut akan mengalami peningkatan dan berdampak pada pendapatan asli daerah.

Dengan demikian naiknya pendapatan asli daerah bisa meningkat manfaat yang nantinya berimplikasi menjadi sumber pembiayaan berbagai program pemda. PAD yang meningkat juga bisa meningkatkan penghasilan para anggota DPRD para ASN sehingga kesejahteraan ASN dan pemerintah daerah juga meningkat. “Menjadi alat ukur atau salah satu kunci keberhasilan pembangunan di desa adalah dukungan dana dari pendapatan asli daerah,” jelas mantan aktivis HMI ini.

Dengan bergeraknya kegiatan ekonomi didaerah sambungnya, maka otomatis akan berdampak pada produktifitas warga, menekan pengangguran, meningkatkan kesejahteraan melalui investasi masa depan.

“Dengan langkah inovasi ini maka kami haqqul yaqin dalam kurun waktu lima (5) tahun dapat menaikan dan meningkatkan PAD Kabupaten Bima,” yakinnya.

Dbd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dianggap lalai, Bank NTB Syari'ah digugat Rp.1,5 Milyar

Thu Jan 9 , 2020
GETNEWS.ID, Mataram – Terkait hilangnya SK Dan Sejumlah Dokumen Kepegawaian Asli milik Junaidi SPd. yang Hilang oleh pihak Bank NTB Syariah Cabang Pembatu Sweta setelah dijadikan sebagai berkas jaminan pinjaman kredit, Bank NTB Syari’ah dinilai lalai. Kepada wartawan, saat ditemui dikediamannya di Gerung Lombok Barat, junaidi mengutarakan, berbagai upaya pendekatan […]