Pasar murah Selly dianggap seperti ‘Lagu lama’

GETNEWS.ID – Tanggapan bakal Calon Wali Kota Mataram yang juga Kepala Dinas Perdagangan Hj. Putu Selly Andayani yang meminta agar program operasi pasar atau pasar murah agar tidak dipolitisasi mendapat respon sejumlah pihak, salah satunya dari Perhimpunan Mataram (PM).

“Ibu Selly sepertinya sedang melucu,” ucap Ketua Koordinator PM, Nashib Ikroman saat ditemui wartawan pada Jumat (29/11).

Menurutnya, justru pelaksanaan pasar murah yang hanya berkutat di Kota Mataram menjadi bernilai politis terhadap program pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena, posisi Selly yang sedang bergerilya mencari dukungan untuk bertarung di Kota Mataram, tidak bisa dipisahkan dari apa yang dilakukan.

“Ini seperti lagu lama, ketika dulu hendak berkontestasi di Pilkada Gubernur, pasar murah digelar di banyak kabupaten/kota, sekarang Pilkada Kota Mataram, pasar murah digelar di Mataram saja. Tudingan Selly justru seperti lonceng yang berbunyi nyaring. Berbunyi dengan memukul diri sendiri,” ungkapnya.

Achip menyebutkan, protes dan anggapan publik ini tidak bisa dinafikkan, sebab publik juga menyaksikan adanya manufer politik yang sedang dilakukan. Ia mengatakan mulusnya pelaksanaan pasar murah yang dinilai berbau politis ini juga didukung oleh adanya poros politik yang sedang dibangun PDI Perjuangan dengan PKS. “Ini politis, sudahlah tidak usah membela diri. Semua orang juga tahu,” ketusnya.

Pelaksanaan pasar murah yang hanya dilakukan di Kota Mataram ini juga mendapat protes dari Anggota DPRD Lombok Barat Indra Jaya Usman. Dikatakannya, kebijakan pelaksanaan pasar murah yang hanya di Kota Mataram dirasa tidak adil. Seharusnya, di Lombok Barat juga dilaksanakan operasi pasar seperti di Kota Mataram. “Jangan di Kota saja, konstituen kami di Lombok Barat juga protes, agar bisa hadirkan pasar murah seperti di Mataram yang dilakukan Pemprov,” ungkapnya.

Menurut Indra, jika alasan Dinas Perdagangan NTB fokus di Kota Mataram untuk mencegah inflasi, justru dinilai menyimpang karena sebagian konsumen pasar di Kota Mataram juga berasal dari daerah-daerah pemukiman yang ada di perbatasan Lobar dan Mataram.

“Mataram dan sebagian Lobar, memiliki tradisi yang sama dalam merayakan maulid Nabi Besar Muhammad SAW, seperti wilayah Gunung Sari, Labuapi, Lingsar dan lainnya,” bebernya.

Tidak hanya wilayah diperkotaan saja, daerah-daerah terpencil juga seharusnya dilayani dengan pasar murah. Sementara di kota banyak alternatif tempat belanja warga yang menawarkan diskon dengan adanya persaingan usaha, berbeda dengan wilayah perdesaan yang tidak banyak punya pilihan. “Coba lihat wilayah-wilayah sekotong, buwun mas dan lainnya. Warga tidak punya pilihan, jadi harga barang tinggi,” pungkasnya.

Dbd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

NTB raih Anugerah Pramakarya 2019

Sat Nov 30 , 2019
GETNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menorehkan prestasi di skala nasional berupa Anugerah Paramakarya Tahun 2019 yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, di Jakarta pada Kamis (28/11). Paramakarya merupakan anugerah khusus yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kepada Pemerintah Daerah. Dasar penilaian adalah […]