Dinilai lamban dalam proses Audit, KASTA NTB gedor BPKP

GETNEWS.ID – Menyoroti penanganan kasus yang bergulir terkait lokasi pusat perbelanjaan LCC yang dibangun diatas lahan milik Pemda Lombok Barat dan kini sudah tidak beroperasi lagi, Kasta NTB kembali bertandang kantor BPKP Provinsi NTB, Selasa (19/11).

Kepada media, ketua DPC KASTA NTB Kabupaten lombok Barat Alhadi Muis menyatakan, kedatangannya menyambangi kantor BPKP NTB, untuk menagih janji pihak BPKP saat audiensi pada tanggal 24 oktober 2019 lalu, dimana ketika itu, pihak BPKP melalui kepala BPKP Agus Puruhiarta WP menyampaikan janji akan segera menyelesaikan audit proses ruislag eks kantor dinas pertanian kabupaten Lobar dan PT BLISS dengan pemda lobar sampai seminggu ke depan.

Janji tersebut rupanya hingga kehadiran kembali Kasta belum terjawab dengan alasan yang juga tidak jelas. “Progresnya ternyata sangat lamban sekali,” sesal Aldi.

Aldi juga menyebutkan, menjawab pertanyaan ketua Kasta Lobar, Kepala BPKP NTB Agus menyatakan sudah menyerahkan hasil audit kasus ruislag eks kantor dinas pertanian milik pemkab lobar yang masuk dalam pembangunan, di lahan   LCC narmada ke pihak kejaksaan tinggi NTB hari senin tanggal 18 november 2019 kemaren. 

Dengan demikian untuk permintaan audit pada lahan LCC sesuai permintaan APH dalam hal ini kejati NTB sudah dirampungkan, untuk proses hukum tentu ini adalah kewenangan penuh APH dan kami tidak masuk ke dalam ranah tersebut, silahkan kawan kawan Kasta berkoordinasi kembali dengan Kejati NTB untuk pertanyakan soal langkah hukum selanjutnya kepala BPKP NTB memberika saran.

Aldy juga menambahkan, Ketua pembina Kasta NTB Lalu Wink Haris menyambut baik hasil audit tersebut walaupun sebenarnya pihaknya sangat berharap agar audit BPKP menyeluruh terhadap persoalan lahan di LCC baik itu mengenai perpindahan penguasaan lahan 4,8  hektar aset pemkab dari PT TRIPAT ke PT BLISS termasuk uang 1,7 miliar rupiah yang disebut juga sebagai penyertaan modal. 

“Kita berharap setidaknya penyelesaian audit rusilag eks kantor dinas pertanian di lahan LCC ini akan membuka ruang bagi penyelesaian menyeluruh atas  kasus dugaan korupsi berjamaah atas lahan milik rakyat di gerimak narmada atas nama penyertaan modal dan investasi yang kemudian pada kenyataannya penuh  trik dan intrik serta konspirasi,” Harapnya.

“Kami meminta kejaksaan tinggi NTB untuk segera menetapkan tersangka atas persoalan ini karena selama ini kejati selalu beralasan belum bisa menindaklanjuti masalah ini karena masih menunggu hasil audit BPKP NTB.” pungkas Lalu Wink.

Ach.S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemprov – Polda NTB MoU cetak SDM Polri sambut perkembangan teknologi

Wed Nov 20 , 2019
GETNEWS.ID – Gubernur NTB Zulkieflimansyah membuka Rapat Koordinasi Pembinaan Sumber Daya Manusia (Rakorbin SDM) Polda NTB pada Selasa (19/11). Melalui kesempatan itu ia berharap agar personil Polri khususnya lingkup Polda NTB, terus memperbaharui dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusianya untuk mengiringi kemajuan teknologi di masa depan. “Personil Polri harus mampu […]